Memupuk Toleransi melalui Sikap Saling Mengasihi Sesama Ciptaan Tuhan

Minggu, 10 Desember 2023 - 15:58 WIB
loading...
Memupuk Toleransi melalui...
Sekretaris Eksekutif bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Pdt Jimmy Sormin. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Toleransi adalah bahasa universal yang mampu menembus ruang dan waktu, bahkan bisa menjembatani jurang keyakinan dan keimanan yang sebelumnya diyakini sulit untuk diseberangi. Karena itu, semangat toleransi dalam keberagaman harus bisa terinternalisasi dalam diri anak bangsa sebagai bentuk pengamalan agama yang paripurna.

Sekretaris Eksekutif bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Pdt Jimmy Sormin menjelaskan, toleransi merupakan bagian dari semangat Kekristenan itu sendiri. Ajaran Kristus mengarahkan manusia untuk memiliki semangat kasih, baik terhadap Tuhan maupun sesama manusia.

"Semangat kasih dapat melampaui sekat-sekat budaya dan identitas lainnya. Selama itu sesama ciptaan Tuhan, terlebih lagi kepada manusia lainnya, kita harus bisa saling mengasihi terhadap sesama. Semangat kasih itu dapat melampaui bahasa primordial, bahasa politik, serta bahasa khusus dari masing-masing identitas kita," kata Pdt Jimmy dalam keterangannya dikutip, Minggu (10/12/2023).

Baca juga: Tekankan Pentingnya Toleransi, Ganjar: Kesejahteraan Guru Agama Perlu Diperhatikan

Menurutnya, keinginan untuk saling mengasihi sifatnya transversal atau mampu menembus berbagai identitas. Juga dapat menjelajah berbagai ruang dan sekat yang ada, yang biasanya terbentuk karena budaya, ekonomi, politik, dan lainnya.

Ia mengatakan, kekristenan melihat bahwa toleransi adalah jalan untuk hidup menjadi makhluk yang betul-betul mengasihi dan menjalankan perintah Tuhan. Mengasihi semua makhluk ciptaan Tuhan seharusnya menjadi naluri manusia, terlebih karena manusia merupakan gambaran dari Tuhan sendiri atau Imago Dei.

Pdt Jimmy menjelaskan, berulang kali Alkitab mengisahkan, 'Yesus memerintahkan kita untuk toleran terhadap keberagaman agama dan bahkan budaya yang ada di masyarakat pada masanya'. Ia juga menyebut kisah orang-orang Samaria dalam Alkitab yang memiliki pesan agar umat tidak memandang sebelah mata terhadap orang lain.

"Alkitab mengisahkan, orang Samaria adalah orang yang dipandang sebelah mata atau dinilai rendah oleh Bangsa Yehuda. Namun Kristus menunjukkan, justru orang-orang Samaria yang dipandang rendah itu menjadi bagian dalam pengajaran ajaran Kristiani mengenai kebijaksanaan, kebaikan, dan kebenaran," kaya Pdt Jimmy.

Yesus, kata Pdt Jimmy, pernah mencontohkan berdiskusi dan berdialog dengan orang-orang Samaria yang notabene terpinggirkan kala itu.

"Misalnya kisah tentang perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria yang baik hatinya. Walaupun kalangan Samaria acapkali dijauhi, Yesus mau berdiskusi dan berdialog dengan perempuan Samaria ini. Banyak juga contoh dan kisah lainnya tentang bertoleransi terhadap orang yang saat itu dianggap kedudukannya tidak setara," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Pdt Jimmy, ajaran Kristiani mengharuskan manusia bertoleransi dengan mereka yang dianggap rendah, bahkan hina. Artinya umat diperintahkan untuk tetap merangkul semua, terlepas dari latar belakang ekonomi dan sosialnya.

"Kita justru harus menunjukkan keberpihakan dan semangat kasih kepada mereka yang lemah dan diperlakukan diskriminatif, serta dikekang bahkan dikorbankan hak-haknya oleh para penguasa," ungkapnya.

Contoh semacam inilah yang bisa menjadi rujukan bahwa semangat kasih dan toleransi itu adalah bagian dari sikap bangsa Indonesia untuk berkorban meninggalkan kenyamanan demi menghargai keberagaman yang ada di sekitar. Mengenali hal yang berbeda dengan keyakinan awal tentunya akan menuntut masyarakat masuk pada wilayah pergaulan dan pemikiran yang jauh berbeda dibandingkan dengan lingkungan sosial sebelumnya.

"Sudah semestinya kita mau menjadikan diri kita memiliki toleransi dan berdamai dengan keadaan sekitar, sekalipun mungkin itu mengganggu kita atau berbeda dengan yang kita yakini. Masyarakat Indonesia harus memahami bahwa mereka perlu membangun serta menjembatani keberagaman yang ada. Melalui semangat saling mengasihi tadi, kita akan mempunyai sikap yang memanusiakan manusia," kata Pdt Jimmy.

Penyandang gelar magister Religious and Cultural Studies UGM ini beranggapan tidak ada satu entitas masyarakat atau negara yang bebas dari masalah dan tantangan. Kelanjutan masa depan bangsa akan sangat bergantung pada bagaimana anak bangsa menyikapi segala rintangan. Melalui perspektif yang membangun serta memanusiakan orang lain, dengan sendirinya bisa mengasihi sesama manusia.

"Bergerak melalui pemahaman itu, kita dapat membangun toleransi dalam hidup bersama. Kita berharap kehadiran dan kontribusi segala elemen bangsa dapat menjadi ‘garam’ (memberi pengaruh baik) dan terang (sinar yang menerangi) dan kita betul-betul menjadi keberkahan bagi negeri ini," kata Pdt Jimmy.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Stafsus Menag Dialog...
Stafsus Menag Dialog dengan Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara, Jamin Hak Beribadah
Gibran Sebut 2026 Jadi...
Gibran Sebut 2026 Jadi Tahun Spesial Bagi Harmoni Indonesia: Keberagaman Jadi Kekuatan
Polisi Diminta Netral...
Polisi Diminta Netral Tangani Kasus Dugaan Penistaan Agama di Aceh
Kementerian, TNI, dan...
Kementerian, TNI, dan Polri Kolaborasi Perkuat Moderasi Beragama
Terima Kunjungan Pendeta...
Terima Kunjungan Pendeta Lintas Gereja, Stafsus Menag Ajak Pemuka Agama Jaga Kerukunan
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian...
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah
Menag: Pembubaran Ibadah...
Menag: Pembubaran Ibadah di Bantul Tak Boleh Terulang Lagi
Rekomendasi
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Berita Terkini
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Infografis
Korea Utara dan Rusia...
Korea Utara dan Rusia Teken Pakta Saling Bantu Jika Diserang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved