Ridwan Kamil Tercatat dalam Daftar Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 16:14 WIB
loading...
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil benar-benar merealisasikan niatnya menjadi relawan uji klinis calon vaksin COVID-19 asal China, Sinovac. Foto/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil benar-benar merealisasikan niatnya menjadi relawan uji klinis calon vaksin COVID-19 asal China, Sinovac. Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Sinovac, Eddy Fadlyana menyatakan, nama Ridwan Kamil sudah tercatat dalam daftar relawan uji klinis vaksin Sinovac.
"Saya lihat namanya (Ridwan Kamil) ada," ujar Eddy saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/8/2020). (Baca juga: Presiden Lagi-lagi Marahi Menteri, Effendi Simbolon: Dari Awal Bukan The Dream Team)
Meski begitu, Eddy mengaku belum mendapatkan informasi yang lebih rinci terkait kapan dan di mana pria yang akrab disapa Kang Emil itu mendaftarkan diri menjadi relawan. "Nah, makanya itu kan lagi dimasukin ke dalam sistem, nanti baru ketahuan di mana tempatnya. Hanya, yang saya lihat namanya ada," katanya.
Sementara itu, Dokter Laboratorium Riset Uji vVksin, dr Sunaryati Sudigdoadi menuturkan lima tahapan harus dijalani setiap relawan sebelum menjadi subjek uji klinis. Tahapan tersebut wajib dijalani agar relawan memahami seluruh prosedur, termasuk teknis uji klinis dan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
"Relawan ini akan ada lima kali kunjungan atau istilahnya visit. Setiap visit disingkat dan diteruskan dengan angka, contohnya V0, V1, V2, dan seterusnya. Pada V0 (tahap pertama) relawan akan diberi edukasi oleh dokter yang menangani. Edukasi itu meliputi apa yang boleh dilakukan dan yang tidak diperkenankan," jelas Sunaryati.
"Saya lihat namanya (Ridwan Kamil) ada," ujar Eddy saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/8/2020). (Baca juga: Presiden Lagi-lagi Marahi Menteri, Effendi Simbolon: Dari Awal Bukan The Dream Team)
Meski begitu, Eddy mengaku belum mendapatkan informasi yang lebih rinci terkait kapan dan di mana pria yang akrab disapa Kang Emil itu mendaftarkan diri menjadi relawan. "Nah, makanya itu kan lagi dimasukin ke dalam sistem, nanti baru ketahuan di mana tempatnya. Hanya, yang saya lihat namanya ada," katanya.
Sementara itu, Dokter Laboratorium Riset Uji vVksin, dr Sunaryati Sudigdoadi menuturkan lima tahapan harus dijalani setiap relawan sebelum menjadi subjek uji klinis. Tahapan tersebut wajib dijalani agar relawan memahami seluruh prosedur, termasuk teknis uji klinis dan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
"Relawan ini akan ada lima kali kunjungan atau istilahnya visit. Setiap visit disingkat dan diteruskan dengan angka, contohnya V0, V1, V2, dan seterusnya. Pada V0 (tahap pertama) relawan akan diberi edukasi oleh dokter yang menangani. Edukasi itu meliputi apa yang boleh dilakukan dan yang tidak diperkenankan," jelas Sunaryati.
Lihat Juga :