Lewat Buku, Tiga Eks Menteri Bahas Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 14:05 WIB
loading...
Lewat Buku, Tiga Eks...
Pandu Tani Indonesia (Patani) mengumpulkan gagasan-gagasan dan pemikiran yang kuat di masa krisis ini dengan menerbitkan buku berjudul Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran dan Solusi. Foto/SINDOnews/Hendri Irawan
A A A
JAKARTA - Hari-hari ini negeri ini semakin tertantang untuk mewujudkan kedaulatan pangan . Perubahan cuaca yang semakin tidak menentu dan pertambahan jumlah penduduk mengharuskan adanya langkah-langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.

Ditambah serangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang kian memaksa Indonesia agar mengedepankan ketahanan pangan. Untuk itu, Pandu Tani Indonesia (Patani) tengah mengumpulkan gagasan-gagasan dan pemikiran yang kuat di masa krisis ini dengan menerbitkan buku strategi berjudul Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran dan Solusi.

"Buku ini sebuah ikhtiar untuk mengonsepsikan dengan matang upaya mewujudkan kedaulatan pangan, buah pikir dari para ahli dan tokoh yang berkomitmen dalam isu pangan dan sumber daya alam," kata Direktur Utama Patani Sarjan Tahir, Sabtu (8/8/2020).

Sarjan berharap, sehimpun saran dan solusi dalam buku ini bisa diimplementasikan oleh para pengambil kebijakan dalam menelurkan kebijakan-kebijakan. "Mari kita hadapi kenyataan dengan tindakan dan kerja untuk mewujudkan harapan dan kemakmuran bangsa," ujar Sarjan seraya mengatakan, buku ini juga sebagai kado ulang tahun ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Sarjan, pandemi Covid-19 telah membawa ekor masalah ketahanan pangan di seluruh negeri, tidak terkecuali Indonesia. Laporan media massa, negara eksportir beras seperti Vietnam, Thailand, dan India mulai membatasi pengiriman ke Indonesia. (Baca juga: Di KLB Gerindra, Jokowi Ungkap Strategi Tunjuk Prabowo Urusi Cadangan Pangan )

Sementara, produksi beras dalam negeri pada April-Juni 2020 mencapai 11 juta ton. Stok beras diperkirakan hanya aman sampai Juli 2020. “Mau tidak mau, pemerintah dituntut untuk membuat strategi jitu guna memenuhi kebutuhan pangan 267 juta penduduk Indonesia. Semoga saja, buku Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran dan Solusi, mampu memberi saran dan solusi atas ancaman krisis pangan,” kata Sarjan.

Sementara penyunting buku tersebut, Jaelani Ali Muhammad mengungkapkan, buku Jebakan Krisis dan Ketahanan Pangan: Sehimpun Saran dan Solusi, menjadi sangat spesial karena ditulis di saat pandemi dan oleh orang-orang berkompeten. Bahkan, tiga di antaranya mantan menteri, yakni Prof Dr H Bomer Pasaribu (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada paruh pertama era pemerintahan Abdurrahman Wahid), Prof Dr Rokhmin Dahuri (Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong), dan Dr Anton Apriyantono (Menteri Pertanian dalam Kabinet Indonesia Bersatu).

Tak hanya itu, buku ini juga memuat tulisan Prof Dr Hermanto Siregar, anggota dewan di sejumlah organisasi profesional, termasuk Dewan Ekonomi Nasional, Asosiasi Ekonom Indonesia, Asosiasi Ekonom Pertanian Indonesia, dan Forum Kebijakan Pertanian Asia Pasifik.

Ada pula tulisan eksekutif Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Bulog Sutarto Alimoeso, Direksi Indofood Franciscus Welirang, serta Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) sekaligus Managing Director di East West Seed Indonesia yang bergerak di bidang pembibitan Glenn Pardede.

“Buku ini juga memuat tulisan doktor bidang keahlian ilmu perencanaan pembangunan wilayah dan perdesaan Harry Santoso, serta penulis tamu dari kalangan milenial Agus Harimurti Yudhoyono,” kata Kepala Editor Bahasa KORAN SINDO ini.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Rekomendasi
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Berita Terkini
Ini Tampang Tersangka...
Ini Tampang Tersangka Baru Kasus MBG Memakai Rompi Tahanan Kejagung
Kepulangan Haji Capai...
Kepulangan Haji Capai 55 Persen, Kemenhaj Puji Kedisiplinan Jemaah Haji Indonesia
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved