Romo Budi Purnomo Imbau Budayawan Menjadi Suluh Pencerah
Rabu, 06 Desember 2023 - 17:28 WIB
loading...
Budayawan Interreligius Romo Aloysius Budi Purnomo, mengimbau masyarakat untuk tak terjebak dalam situasi panas menjelang Pilpres 2024. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Budayawan Interreligius Romo Aloysius Budi Purnomo, mengimbau masyarakat untuk tak terjebak dalam situasi panas menjelang Pilpres 2024. Hal ini menanggapi informasi mengenai Budayawan Butet Kartaredjasa dan Agus Noor yang mengaku mendapatkan intimidasi lantaran pertunjukan seni di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat 1 Desember 2023 lalu.
"Kalau benar telah terjadi intimidasi, saya turut prihatin dan sedih. Itu tidak boleh terjadi. Namun, dalam suasana semacam ini, provokasi dan disinformasi itu mudah terjadi. Karena itu kita mesti jernih mencerna setiap informasi yang kita terima," katanya di Jakarta, Rabu (6/12/2023). Baca juga: Teater Butet Cs di TIM, IKN Dipelesetkan Jadi Ikatan Keluarga Nepotisme
Doktor Ilmu Lingkungan Soegijapranata Catholic University itu juga memberikan nasihat agar para politisi, akademisi, budayawan, dan cerdik pandai untuk bersikap bijak dan waskita. "Janganlah kita gampang diadu-domba oleh kepentingan politik praktis. Budayawan pun tidak boleh memecah belah, namun harus menjadi suluh pencerah peradaban kasih tanpa diskriminasi," tandasnya.
Menurutnya, marwah budayawan itu tersemat dipundaknya klaim terhadap otoritas peradaban kasih ekologis, pengetahuan, dan kebudayaan yang merangkul bukan memukul, menebarkan kasih bukan selisih. Hal itu merupakan amanat berat untuk menjadi berkat bagi masyarakat.
”Jangan sampai hanya karena urusan dukung mendukung di wilayah politik kekuasaan, marwah dan martabat kebudayawanan dikesampingkan. Eman-eman (sayang),” paparnya.
"Kalau benar telah terjadi intimidasi, saya turut prihatin dan sedih. Itu tidak boleh terjadi. Namun, dalam suasana semacam ini, provokasi dan disinformasi itu mudah terjadi. Karena itu kita mesti jernih mencerna setiap informasi yang kita terima," katanya di Jakarta, Rabu (6/12/2023). Baca juga: Teater Butet Cs di TIM, IKN Dipelesetkan Jadi Ikatan Keluarga Nepotisme
Doktor Ilmu Lingkungan Soegijapranata Catholic University itu juga memberikan nasihat agar para politisi, akademisi, budayawan, dan cerdik pandai untuk bersikap bijak dan waskita. "Janganlah kita gampang diadu-domba oleh kepentingan politik praktis. Budayawan pun tidak boleh memecah belah, namun harus menjadi suluh pencerah peradaban kasih tanpa diskriminasi," tandasnya.
Menurutnya, marwah budayawan itu tersemat dipundaknya klaim terhadap otoritas peradaban kasih ekologis, pengetahuan, dan kebudayaan yang merangkul bukan memukul, menebarkan kasih bukan selisih. Hal itu merupakan amanat berat untuk menjadi berkat bagi masyarakat.
”Jangan sampai hanya karena urusan dukung mendukung di wilayah politik kekuasaan, marwah dan martabat kebudayawanan dikesampingkan. Eman-eman (sayang),” paparnya.
Lihat Juga :