DPR, KPU, Bawaslu, dan LSM Sepakat Pilkada Jadi Momentum Lawan COVID-19

Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:18 WIB
loading...
DPR, KPU, Bawaslu, dan...
Webinar Pilkada 2020 dengan tema Implementasi Pilkada Serentak 2020 sebagai Gerakan Lawan COVID-19, Jumat (7/8/2020). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - DPR, KPU, Bawaslu, dan LSM sepakat menjadikan Pilkada Serentak 2020 sebagai momentum untuk melawan Pandemi COVID-19 . Karena itu, pelaksanaan Pilkada harus dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Tidak ada seorang pun yang menjamin bahwa COVID-19 dalam waktu 18 bulan kita bisa menemukan vaksinnya. Oleh karena itu di RDP terakhir antara pemerintah dengan DPR sepakat bahwa Pilkada serentak tetap dilaksanakan dengan catatan harus mengikuti protokol kesehatan," kata Anggota Komisi II DPR RI, Hugua dalam Webinar Pilkada 2020 dengan tema "Implementasi Pilkada Serentak 2020 sebagai Gerakan Lawan COVID-19", Jumat (7/8/2020).

Hugua mengatakan, Pilkada bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi ada 56 negara yang melaksanakannya. Misalnya Korea Selatan melaksanakan pemilihan di puncak pandemi, kemudian pada 5 Agustus di Sri Lanka juga melakukan pemilihan parlemen. (Baca juga: Mendagri Sebut Pilkada Momentum Gerakan Lawan Corona )

"Jadikan Pilkada serentak ini momentum mendapatkan pemimpin berkualitas dan juga untuk melawan pandemi COVID-19 yang meresahkan kehidupan," kata Hugua.

Komisioner KPU Viryan Azis mengatakan, disiplin protokol kesehatan menjadi solusi menghentikan pandemi COVID-19 yang tengah mengancam hidup manusia. Dijelaskan, penyelenggaraan pemilihan serentak lanjutan 2020 penuh dengan disiplin protokol kesehatan COVID-19. "Seluruh jajaran penyelenggara pemilihan umum harus menjadi agen perlawanan COVID-19," katanya.

Sementara, Anggota Bawaslu Rahmat Bagja meminta masyarakat, khususnya peserta Pilkada, secara sadar menganggap Pilkada kali ini luar biasa karena dilakukan saat pandemi. Maka kepatuhan semua pihak insya Allah akan terpenuhi. Karena komitmen semua pihak dan kami akan ingatkan selalu untuk mematuhi protokol kesehatan," kata katnya. (Baca juga: Mendagri Ajak Kepala Daerah Canangkan Gerakan Sejuta Masker )

Direktur Eksekutif Pilkada Watch, Wahyu A Permana mengatakan, Pilkada serentak harus menjadi momentum melawan pandemi COVID-19. Menurutnya, momen pandemi adalah sarana bertarung dengan COVID-19 sebagai persoalan seluruh bangsa di dunia.

"Calon kepala daerah haruslah mereka yang mampu menggerakan seluruh potensi masyarakat untuk maju, bangkit melawan pandemik COVID-19. Prioritasnya adalah melakukan protokol kesehatan di setiap tahapan pilkada dan di setiap kehidupan masyarakat," kata Wahyu.

Wahyu menegaskan, jika calon kepala daerah harus mampu memberikan tawaran yang realistis agar masyarakat bukan saja dapat bertahan di masa pamdemi COVID-19, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidupnya. "Calon kepala daerah jangan melanggar aturan aturan pilkada dan juga melanggar protokol kesehatan," kata Wahyu.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Imran mengatakan, ada dua alasan pemerintah tetap melaksanakan Pilkada Serentak 2020. Pertama untuk menjaga hak politik masyarakat tetap berjalan. Kedua, untuk menjamin legitimasi kepemimpinan di 227 daerah.

"Kami ingin menarasikan bahwa jadikanlah pandemi COVID-19 menjadi peluang untuk menciptakan inovasi, melahirkan pemimpin yang diharapkan masyarakat untuk 5 tahun ke depan. Kami juga berharap pada KPU untuk mengedepankan tema-tema terkait penanganan COVID-19 dalam upaya memperbaiki ekonomi masyarakat dalam 5 tahun ke depan," kata Imran.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Wacana Pilkada lewat...
Wacana Pilkada lewat DPRD, Pengamat: Akibat Biaya Politik Tinggi
Tahapan Pemilu 2029...
Tahapan Pemilu 2029 Dimulai Tahun Depan, DPR Targetkan RUU Pilkada Rampung 2026
Bertemu Prabowo, Cak...
Bertemu Prabowo, Cak Imin: PKB dari Dulu Inginkan Pilkada melalui DPRD
Bertemu Prabowo, Siti...
Bertemu Prabowo, Siti Zuhro Beri Masukan tentang Sistem Pilkada
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved