Ganjar-Mahfud Ingin Sejahterakan Guru Ngaji, Marbot, dan Ustaz di Pesantren
Rabu, 06 Desember 2023 - 07:28 WIB
loading...
A
A
A
Mahfud juga akan menata Mahad Aly, semacam perguruan tinggi di pondok pesantren. Menurutnya, banyak ilmuwan dan ahli yang lahir dari institusi pendidikan tinggi pesantren tersebut.
"Saya ketemu KH. Afifuddin Muhajir di Situbondo, ahli fiqh siyasah, dia menguasai kitab-kitab hebat. Dia pendiri Mahad Aly, tetapi tidak disertifikasi padahal melahirkan lulusan-lulusan yang hebat-hebat," ungkapnya.
"Nah soal Mahad Aly, program pasca sarjana dan perguruan tinggi akan seperti apa? Diakreditasi Kemenag tapi tak disertifikasi Pemerintah. Padahal ini jauh lebih hebat dari yang umum. Kita akan taya kembali," sambungnya.
Mahfud juga berterima kasih kepada Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang telah memfasilitasi pertemuan dengan berbagi ulama dan habib. "Anda percaya nggak? Pak Hary Tanoesoedibjo sungguh-sungguh? Kenapa yang dikumpulkan pimpinan pesantren, DKM, guru madrasah? Apa keterikatannya dengan Pak Hary Tanoesoedibjo?" tanya Mahfud mengawali orasinya.
Mahfud mengungkapkan alasan tersebut di antaranya tentu kaitan ke-Indonesiaan. Kedua, yang pasti, puji Mahfud, HT punya konsen terhadap keumatan dan punya hubungan erat dengan umat Islam di Indonesia.
"Beliau putra Pak Tanoesoedibjo, pembina Persatuan Islam Tionghoa di Surabaya, pembina senior Masjid Ceng Ho," kata Mahfud.
"Saya ketemu KH. Afifuddin Muhajir di Situbondo, ahli fiqh siyasah, dia menguasai kitab-kitab hebat. Dia pendiri Mahad Aly, tetapi tidak disertifikasi padahal melahirkan lulusan-lulusan yang hebat-hebat," ungkapnya.
"Nah soal Mahad Aly, program pasca sarjana dan perguruan tinggi akan seperti apa? Diakreditasi Kemenag tapi tak disertifikasi Pemerintah. Padahal ini jauh lebih hebat dari yang umum. Kita akan taya kembali," sambungnya.
Mahfud juga berterima kasih kepada Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang telah memfasilitasi pertemuan dengan berbagi ulama dan habib. "Anda percaya nggak? Pak Hary Tanoesoedibjo sungguh-sungguh? Kenapa yang dikumpulkan pimpinan pesantren, DKM, guru madrasah? Apa keterikatannya dengan Pak Hary Tanoesoedibjo?" tanya Mahfud mengawali orasinya.
Mahfud mengungkapkan alasan tersebut di antaranya tentu kaitan ke-Indonesiaan. Kedua, yang pasti, puji Mahfud, HT punya konsen terhadap keumatan dan punya hubungan erat dengan umat Islam di Indonesia.
"Beliau putra Pak Tanoesoedibjo, pembina Persatuan Islam Tionghoa di Surabaya, pembina senior Masjid Ceng Ho," kata Mahfud.
(rca)
Lihat Juga :