Mutasi TNI, Anak Pasar Jadi Kaskostrad

Sabtu, 02 Desember 2023 - 04:32 WIB
loading...
Mutasi TNI, Anak Pasar...
Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Farid Makruf merupakan satu dari 49 perwira di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang masuk daftar rotasi, mutasi, dan promosi jabatan pada Rabu (29/11/2023). Foto/Dok TNI AD
A A A
JAKARTA - Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Farid Makruf merupakan satu dari 49 perwira di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang masuk daftar rotasi, mutasi , dan promosi jabatan pada Rabu (29/11/2023). Farid digeser dari jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya menjadi Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad).

Jabatan Pangdam V/Brawijaya yang ditinggalkan Farid diisi oleh Mayjen TNI Rafael Granada Baay yang sebelumnya adalah Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Sedangkan Farid digeser menjadi Kaskostrad menggantikan Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa yang dimutasi menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Mutasi tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Panglima TNI Nomor Kep/1384/XI/2023 Tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. SK tersebut ditandatangani Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pada Rabu (29/11/2023).

Baca juga: Panglima Mutasi 49 Pamen dan Pati TNI, Ini Daftar Lengkapnya

Profil Mayjen TNI Farid Makruf

Mutasi TNI, Anak Pasar Jadi Kaskostrad

Foto/Dok TNI AD

Dikutip dari laman resmi TNI Angkatan Darat (AD), Farid Makruf adalah putra asli Madura. Semasa kecilnya, Jenderal Bintang 2 di TNI AD ini gemar membaca komik Kho Ping Ho dan menerjemahkan lagu-lagu barat.

Farid juga pernah jadi tukang antar barang ke langganan toko ibunya yang berprofesi sebagai penjual di Pasar tumpah Bangkalan. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 ini juga pernah hampir frustasi karena mendapat tugas yang tidak sesuai dengan harapannya saat berpangkat Lettu yang berdinas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Mutasi TNI, Anak Pasar Jadi Kaskostrad


Baca juga: Pangdam Brawijaya Sampaikan Amanat Panglima TNI agar Prajurit Jaga Netralitas

Namun, berkat doa dan nasihat dari ibunya bahwa apa pun tugas yang diberikan harus diterima sepenuh hati, membuat Farid menyalurkan kekecewaannya dengan mengikuti kursus bahasa Inggris yang berujung dirinya terpilih mengikuti pendidikan ke Inggris untuk mengambil program master.

Padahal ketika itu dia belum punya ijazah S1. “Saya dinilai memenuhi syarat untuk langsung masuk program master. Tanpa gelar S1,” ujarnya dikutip dari laman resmi TNI AD pada Jumat (1/12/2023).

Sejak itu, karier pria kelahiran 6 Juli 1969, Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu di militer mulai meroket. Kariernya diawali menjabat sebagai Danbrigif 13 Galuh.

Farid menjadi koordinator banyak pejabat tinggi di sana meski jabatannya Danbrigif. Lalu, ketika menjabat Danrem 162/Wira Bhakti di Mataram, Farid mampu menyelesaikan urusan rumit melebihi jabatannya, yaitu pembebasan tanah lokasi Mandalika.

Sebab, jika tanah seluas lebih 100 hektare itu tidak terbebaskan balap motor Motor GP yang mendunia itu tidak bisa terselenggara di sana. Sebenarnya itu bukan urusan Danrem.

Akan tetapi, sudah lebih 30 tahun soal tanah Mandalika tidak terselesaikan. Awalnya, tanah itu sudah menjadi milik perusahaan Siti Hardijanti Hastuti Rukmana atau Mbak Tutut.

Putri Presiden ke-2 RI Soeharto alias Pak Harto itu pun sudah menjualnya ke perusahaan Kuwait. Kemudian, terjadi krisis moneter 1998. Soeharto lengser. Rakyat menguasai kembali tanah tersebut.

Situasi menjadi ruwet, banyak sekali yang ikut bermain, pun aparat dan instansi, tak ketinggalan para preman. Ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Motor GP tetap di Mandalika, Danrem melapor ke Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dia minta izin untuk ikut menyelesaikannya. Kapolda dengan senang hati memberikan lampu hijau. Barulah dirinya mendalami masalah tersebut. Farid mengaku tidak bekerja sendiri, tapi ada Dandim yang turut serta bekerja keras dalam menyelesaikan masalah tersebut. “Dandim saya yang luar biasa. Ia hebat sekali,” tuturnya.

Farid juga pernah menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako di Sulawesi Tengah sekaligus promosi naik jadi bintang satu. Dia selama menjabat sebagai Danrem 132/Tadulako juga pernah membuat mengajukan telaah staf ke komando atas sebagai bahan masukan untuk mengatasi kelompok teroris yang masih sangat aktif (MIT, Mujahidin Indonesia Timur) di wilayah tersebut.

Usai berpetualang di Poso, Farid kemudian mendapat promosi menjadi Direktur Pendidikan dan Latihan (Dirdiklat) Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) pada 2021-2022. Selanjutnya, Farid dipromosikan lagi menjadi Wairjen TNI pada 2022.

Hingga akhirnya Farid diangkat menjadi Pangdam V/Brawijaya menggantikan Mayjen TNI Nurcahyanto. Serah terima jabatan (sertijab) pada 28 Desember 2022 dan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) saat itu Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Mabesad.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
Panglima TNI Berangkatkan...
Panglima TNI Berangkatkan Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 ke Lebanon Selatan
Jenderal Agus Subiyanto...
Jenderal Agus Subiyanto Pimpin Sertijab 4 Perwira Tinggi, Kapusdalops hingga Kapuspen TNI
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Jenderal Kopassus Ahli Intelijen yang Pernah Jadi Ajudan Prabowo
Mutasi TNI, Letjen Robi...
Mutasi TNI, Letjen Robi Herbawan Jabat Kabais
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Tongkat Komando Lanud...
Tongkat Komando Lanud Manuhua Biak Beralih ke Kolonel Rohmat Kusmayadi
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved