Program Ganjar 1 Desa, 1 Faskes, dan 1 Nakes Dinilai Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Kamis, 30 November 2023 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
“Persoalannya kalau di desa itu atau di daerah tertinggal itu, fasilitas kesehatannya yang kurang. Sehingga, saya kira itu program yang menjawab kebutuhan masyarakat di desa yang akses fasilitas kesehatannya memang sangat minim,” tutur Saidiman.
Baca juga: Ganjar-Mahfud Usung Program Guru Ngaji, Perindo: Wujud Penghormatan kepada Pendidik
Pasangan Ganjar-Mahfud, kata dia, ingin melanjutkan program pembangunan fisik infrastruktur era pemerintahan Jokowi dengan berfokus pada pengembangan SDM yang belum banyak dikerjakan.
“Pak Mahfud di Sabang, Aceh, (menyoroti kesejahteraan) para guru ngaji. Guru ngaji dan pesantren-pesantren kecil itu menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat pinggiran yang selama ini kurang akses pendidikan formal. Kampanye awal dari Pak Ganjar dan Pak Mahfud ini menyasar dua problem utama dalam peningkatan SDM, kesehatan dan pendidikan masyarakat pinggiran,” ucapnya.
Menurut Saidiman, program tersebut juga menggambarkan bahwa pasangan Ganjar-Mahfud mengambil jalan tengah. “Itu seperti ingin menyatakan bahwa, ingin melanjutkan apa yang sudah baik dari sekarang. Slogan Pak Mahfud MD kan akan melanjutkan yang sudah baik dan akan memperbaiki yang belum baik dari pemerintahan sekarang. Jadi, slogannya itu di antara perubahan dan keberlanjutan. Perubahan yang dikemukakan Anies Baswedan dan keberlanjutan yang dikemukakan Prabowo. Ini menunjukkan posisi mereka,” tutur Saidiman.
Baca juga: Ganjar-Mahfud Usung Program Guru Ngaji, Perindo: Wujud Penghormatan kepada Pendidik
Pasangan Ganjar-Mahfud, kata dia, ingin melanjutkan program pembangunan fisik infrastruktur era pemerintahan Jokowi dengan berfokus pada pengembangan SDM yang belum banyak dikerjakan.
“Pak Mahfud di Sabang, Aceh, (menyoroti kesejahteraan) para guru ngaji. Guru ngaji dan pesantren-pesantren kecil itu menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat pinggiran yang selama ini kurang akses pendidikan formal. Kampanye awal dari Pak Ganjar dan Pak Mahfud ini menyasar dua problem utama dalam peningkatan SDM, kesehatan dan pendidikan masyarakat pinggiran,” ucapnya.
Menurut Saidiman, program tersebut juga menggambarkan bahwa pasangan Ganjar-Mahfud mengambil jalan tengah. “Itu seperti ingin menyatakan bahwa, ingin melanjutkan apa yang sudah baik dari sekarang. Slogan Pak Mahfud MD kan akan melanjutkan yang sudah baik dan akan memperbaiki yang belum baik dari pemerintahan sekarang. Jadi, slogannya itu di antara perubahan dan keberlanjutan. Perubahan yang dikemukakan Anies Baswedan dan keberlanjutan yang dikemukakan Prabowo. Ini menunjukkan posisi mereka,” tutur Saidiman.
(cip)
Lihat Juga :