Kongres PB HMI ke-32, Dibyo Gumelar Alumni FT UGM Jadi Calon Ketua Umum
Senin, 27 November 2023 - 22:07 WIB
loading...
A
A
A
Generasi berikutnya, HMI berkontribusi besar pada agenda-agenda pembangunan nasional. Generasi ke-3 (pasca reformasi), organisasi islam ini berhasil keluar dari masa krisis. Semua dilakukan atas nama bangsa dan negara untuk menjalankan amanat misi abadi.
“HMI harus kembali pada rumusan normatif yang bersifat independen, mengembalikan fungsi organisasi kader dan beridentitaskan Islam dengan corak nasional. Mengutip sebuah tulisan karya M.Shohibuddin yang berjudul Re-Thingking HMI, perlu untuk segera melakukan rekayasa organisasi yang mengacu pada nilai-nilai dasarnya untuk dapat memenuhi berbagai tuntutan dari perkembangan yang ada,” ujar Dibyo Gumelar Al’Arighi.
Beberapa pengurus HMI yakni Ketua Umum HMI Cabang Baturaja, Ketua Umum HMI Cabang Bulaksumur dan sekretaris umum HMI Cabang Semarang menyambut positif majunya Dibyo sebagai calon ketua umum HMI.
“Saya mengenal Dibyo dengan baik, baik dari kepribadiannya maupun tentang kepemimimpinannya dari pemikiran dia seringkali out of the box dan kritis. Dengan kecakapan intektualitasnya yang tebukti dari latar belakang pendidikannya di Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada, saya percaya bahwa hari ini role model yang tepat untuk memimpin hmi di generasi ke empat adalah Dibyo yang kritis,argumentatif dan solutif dalam menjawab tantangan jaman,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Baturaja, Novri Helmy.
Ketua Umum HMI Cabang Bulaksumur Asep Mahendra mengaku mengenal Dibyo sebagai kader terbaik HMI. “Kami mengenal Bang Dibyo sebagai salah satu kader terbaik HMI Cabang Bulaksumur Sleman yang memiliki pengalaman dan kontribusi baik dalam dinamika perkaderan di HMI. Dengan pengalaman, kontribusi dan gagasan yang diusung, kami percaya bahwa bang Dibyo mampu memimpin HMI,”.
Kongres HMI ke-32 adalah momentum untuk bagi setiap kader mengejawantahkan setiap ide dan gagasan. Sebab rasa-rasanya, HMI perlu kembali menjadi gerakan substansial. Jika HMI sebagai organisasi adalah pohon dan karya adalah buah, maka kongres mendatang adalah media yang harus dipupuki oleh zat-zat yang memicu pertumbuhan maksimal organisasi.
”Hanya dengan ide dan gagasan, HMI dapat tumbuh menjadi organisasi yang mampu membangkitkan kesadaran praktis dalam menyelesaikan persoalan ummat, rakyat, dan bangsa dan dunia,” katanya.
“HMI harus kembali pada rumusan normatif yang bersifat independen, mengembalikan fungsi organisasi kader dan beridentitaskan Islam dengan corak nasional. Mengutip sebuah tulisan karya M.Shohibuddin yang berjudul Re-Thingking HMI, perlu untuk segera melakukan rekayasa organisasi yang mengacu pada nilai-nilai dasarnya untuk dapat memenuhi berbagai tuntutan dari perkembangan yang ada,” ujar Dibyo Gumelar Al’Arighi.
Beberapa pengurus HMI yakni Ketua Umum HMI Cabang Baturaja, Ketua Umum HMI Cabang Bulaksumur dan sekretaris umum HMI Cabang Semarang menyambut positif majunya Dibyo sebagai calon ketua umum HMI.
“Saya mengenal Dibyo dengan baik, baik dari kepribadiannya maupun tentang kepemimimpinannya dari pemikiran dia seringkali out of the box dan kritis. Dengan kecakapan intektualitasnya yang tebukti dari latar belakang pendidikannya di Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada, saya percaya bahwa hari ini role model yang tepat untuk memimpin hmi di generasi ke empat adalah Dibyo yang kritis,argumentatif dan solutif dalam menjawab tantangan jaman,” ujar Ketua Umum HMI Cabang Baturaja, Novri Helmy.
Ketua Umum HMI Cabang Bulaksumur Asep Mahendra mengaku mengenal Dibyo sebagai kader terbaik HMI. “Kami mengenal Bang Dibyo sebagai salah satu kader terbaik HMI Cabang Bulaksumur Sleman yang memiliki pengalaman dan kontribusi baik dalam dinamika perkaderan di HMI. Dengan pengalaman, kontribusi dan gagasan yang diusung, kami percaya bahwa bang Dibyo mampu memimpin HMI,”.
Kongres HMI ke-32 adalah momentum untuk bagi setiap kader mengejawantahkan setiap ide dan gagasan. Sebab rasa-rasanya, HMI perlu kembali menjadi gerakan substansial. Jika HMI sebagai organisasi adalah pohon dan karya adalah buah, maka kongres mendatang adalah media yang harus dipupuki oleh zat-zat yang memicu pertumbuhan maksimal organisasi.
”Hanya dengan ide dan gagasan, HMI dapat tumbuh menjadi organisasi yang mampu membangkitkan kesadaran praktis dalam menyelesaikan persoalan ummat, rakyat, dan bangsa dan dunia,” katanya.
Lihat Juga :