Ekonomi Minus 5,32%, DPR Optimistis Penyaluran Bansos Pacu Perbaikan
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 16:31 WIB
loading...
Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina. Foto/SINDOnews/Abdul Rochim
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik merilis Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi hingga minus 5,32%. Kondisi ini terjadi sebagai dampak pandemi virus Corona (Covid-19) .
Menurut Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina, Triwulan II merupakan masa transisi karena di berbagai daerah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga berdampak pada pembatasan aktivitas ekonomi.
"Tapi secara positif harus kita lihat juga bahwa triwulan ketiga pasti akan ada kenaikan yang signifikan karena kebijakan new habit yang berlaku, kemudian social safety nett yang dilepas ke masyarakat lewat berbagai skema. Hasilnya pasti bisa dongkrak (jumlah PDB secara nasional)," ujar Shelly, Kamis (6/8/2020).
Mantan Wakil Bupati Cirebon ini menyebutkan, bantuan sosial (bansos) yang menjadi kebijakan unggulan pemerintah akan menjadi penentuan bagi pertumbuhan ekonomi.
"Saya kira bansos bakal sangat vital untuk bounce back ekonomi kita. Pandemi ini kan yang terkontraksi paling utama itu ekonomi riil di keluarga. Tingkat konsumsi yang angkanya stabil, tapi tingkat pendapatan riil tiap keluarga banyak yang turun. Bansos ini datang untuk isi gap (selisih) itu. Jadi ekonomi riil di tingkat keluarga terjaga," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.(Baca juga: Berat Nih, Aktivitas Ekonomi di Agustus Masih Seret )
Menurut Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina, Triwulan II merupakan masa transisi karena di berbagai daerah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga berdampak pada pembatasan aktivitas ekonomi.
"Tapi secara positif harus kita lihat juga bahwa triwulan ketiga pasti akan ada kenaikan yang signifikan karena kebijakan new habit yang berlaku, kemudian social safety nett yang dilepas ke masyarakat lewat berbagai skema. Hasilnya pasti bisa dongkrak (jumlah PDB secara nasional)," ujar Shelly, Kamis (6/8/2020).
Mantan Wakil Bupati Cirebon ini menyebutkan, bantuan sosial (bansos) yang menjadi kebijakan unggulan pemerintah akan menjadi penentuan bagi pertumbuhan ekonomi.
"Saya kira bansos bakal sangat vital untuk bounce back ekonomi kita. Pandemi ini kan yang terkontraksi paling utama itu ekonomi riil di keluarga. Tingkat konsumsi yang angkanya stabil, tapi tingkat pendapatan riil tiap keluarga banyak yang turun. Bansos ini datang untuk isi gap (selisih) itu. Jadi ekonomi riil di tingkat keluarga terjaga," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.(Baca juga: Berat Nih, Aktivitas Ekonomi di Agustus Masih Seret )
Lihat Juga :