Profil Laksda TNI TSNB Hutabarat, Eks Ajudan Presiden SBY yang Jadi Sesjen Wantannas
Kamis, 23 November 2023 - 06:56 WIB
loading...
A
A
A
Lahir di Jakarta, 11 Desember 1967, Laksda TNI T.S.N.B. Hutabarat merupakan Pati TNI AL yang cukup cemerlang dan berprestasi. Dia memiliki rekam jejak yang sangat bagus selama mengabdi di militer. Sejumlah jabatan strategis pernah diemban lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1989 dari satuan Korps Pelaut ini.
Di antaranya, Komandan KRI Siribua, kemudian Palaksa KRI Sultan Thaha Syaifudin-367, dan Komandan Teluk Cirebon-543. Dia juga pernah menjabat sebagai Komandan KRI Karel Satsuit Tubun-356.
Setelah menjabat sebagai komandan kapal perang, Hutabarat menduduki jabatan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bengkulu. Kemudian menjabat sebagai Asops Danlantamal III/Jakarta.
Dari Jakarta, dia dipercaya menduduki jabatan sebagai Padiklat pada proyek pengadaan KRI dr. Soeharso (SHS) di Korea Selatan (Korsel). Kemudian menjadi Asops Danguspurlabar dan Dankolat Koarmabar. Dedikasi dan loyalitas Hutabarat saat menjalankan tugas membawanya masuk ke dalam lingkaran Istana.
Hutabarat kemudian di percaya menjadi Ajudan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua tahun sejak 2012 hingga 2014. Karier militernya terus meningkat, dia kemudian diangkat menjadi Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlabar) sekarang bernama Koarmada I. Selanjutnya menjabat sebagai Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Wadanseskoal).
Dari situ, Hutabarat kemudian diangkat menjadi Kaskoarmada I kemudian Deputi Bidang Opslat Bakamla. Selanjutnya dia dipercaya menjadi Koorsahli KSAL. Tidak hanya itu, jabatan strategis lainnya yang pernah diemban Hutabarat adalah sebagai Pangkoarmada II yang bermarkas di Surabaya, Jawat Timur.
Saat menjabat sebagai PangkoarmaII, Laksda TNI Cokky panggilan akrabnya dipercaya menjadi Satuan Tugas Laut (Satgasla) yang menjamin keamanan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT) G20 dari sektor laut. Sebanyak 14 kapal perang canggih memagari laut seperti perisai yang melindungi pantai Hotel Apurva Nusa Dua Bali, tempat para pemimpin negara dan organisasi dunia bertemu.
Di antaranya, Komandan KRI Siribua, kemudian Palaksa KRI Sultan Thaha Syaifudin-367, dan Komandan Teluk Cirebon-543. Dia juga pernah menjabat sebagai Komandan KRI Karel Satsuit Tubun-356.
Setelah menjabat sebagai komandan kapal perang, Hutabarat menduduki jabatan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bengkulu. Kemudian menjabat sebagai Asops Danlantamal III/Jakarta.
Dari Jakarta, dia dipercaya menduduki jabatan sebagai Padiklat pada proyek pengadaan KRI dr. Soeharso (SHS) di Korea Selatan (Korsel). Kemudian menjadi Asops Danguspurlabar dan Dankolat Koarmabar. Dedikasi dan loyalitas Hutabarat saat menjalankan tugas membawanya masuk ke dalam lingkaran Istana.
Hutabarat kemudian di percaya menjadi Ajudan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua tahun sejak 2012 hingga 2014. Karier militernya terus meningkat, dia kemudian diangkat menjadi Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlabar) sekarang bernama Koarmada I. Selanjutnya menjabat sebagai Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Wadanseskoal).
Dari situ, Hutabarat kemudian diangkat menjadi Kaskoarmada I kemudian Deputi Bidang Opslat Bakamla. Selanjutnya dia dipercaya menjadi Koorsahli KSAL. Tidak hanya itu, jabatan strategis lainnya yang pernah diemban Hutabarat adalah sebagai Pangkoarmada II yang bermarkas di Surabaya, Jawat Timur.
Saat menjabat sebagai PangkoarmaII, Laksda TNI Cokky panggilan akrabnya dipercaya menjadi Satuan Tugas Laut (Satgasla) yang menjamin keamanan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT) G20 dari sektor laut. Sebanyak 14 kapal perang canggih memagari laut seperti perisai yang melindungi pantai Hotel Apurva Nusa Dua Bali, tempat para pemimpin negara dan organisasi dunia bertemu.
Lihat Juga :