alexa snippet

Mayoritas Pengungsi Rohingnya Derita Infeksi Pernapasan

Mayoritas Pengungsi Rohingnya Derita Infeksi Pernapasan
Tim dari ACT menggelar konferensi pers di Bumbu Desa, Jakarta, Rabu (15/11/2017) menjelaskan tentang kondisi kesehatan pengungsi Rohingya. Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
A+ A-
JAKARTA - Sebagian besar pengungsi etnis Rohingya di perbatasan Myanmar dan Bangladesh terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Hal tersebut diungkapkan Head of Global Medic, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dokter Rizal Alimin. "Penyakit paling sering ISPA, dispepsia atau diare pada anak-anak sering juga kasus penyakit kulit," kata Rizal di Restoran Bumbu Desa, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).

Rizal menambahkan, untuk penderita ISPA ringan, ACT akan membawa pasien ke mini klinik.

"ISPA itu kan grade-nya ringan sampai berat yang berat itu pneumonia. Yang ringan sampai sedang kita bisa ditangani di mini klinik. Kalau butuh antibiotik. Tapi kalau berat kita rujuk ke redcross di sana," lanjutnya.

Tim medis dari ACT selalu berpatroli setiap dua hari sekali. Alasannya karena area kamp pengungsian yang luas serta jumlah pengungsi yang tidak sedikit.

"Kita berpindah setiap dua hari karena kamp luas sehingga kita pindah-pindah setiap dua hari. Apakah ada dokter lain? Ada dokter lintas batas membuka enam posko dr semuanya," tuturnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top