Lebih dari 100 Tokoh Deklarasi Gerakan JagaPemilu
Selasa, 21 November 2023 - 21:33 WIB
loading...
Lebih dari 100 tokoh dari berbagai elemen mendeklarasikan JagaPemilu di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2923). FOTO/MPI/ARI SANDITA
A
A
A
JAKARTA - Lebih dari 100 tokoh dari berbagai elemen mendeklarasikan gerakan masyarakat untuk mengawasi jalannya Pemilu di Indonesia, yakni JagaPemilu. Gerakan ini diprakarsai oleh sejumlah pegiat demokrasi, aktivis sosial, dan akademisi, yang memiliki semangat untuk memastikan Pemilu 2024 berlangsung secara demokratis, jujur, adil, terbuka, dan partisipatif.
Dalam manifestonya, JagaPemilu menyatakan gerakan ini bertujuan memperkuat kesadaran dan pemahaman hak-hak politik warga, meningkatkan pengawasan atas proses tahapan Pemilu, meningkatkan partisipasi politik warga melalui platform digital. Nilai-nilai prinsip JagaPemilu adalah independen, imparsial, dan non-partisan.
JagaPemilu juga berkomitmen untuk memastikan setiap elemen kunci kepemiluan, yaitu penyelenggara pemilu, peserta pemilu (partai politik dan perseorangan) dan juga pemilih melaksanakan fungsi masing-masing secara berintegritas dan menjauhkan diri dari niat untuk menyimpangkan proses pemilu.
Inisiator awal di antaranya Erry Riyana Hardjapamekas, Luky Djani, Natalia Soebagjo, Metta Dharmasaputra, Ririn Sefsani, Titi Anggraini, Sulistyowati Irianto, Airlangga Pribadi, Wahyu Susilo, Rusdi Marpaung, Hadar Gumay, Arief Budiman, Ray Rangkuti, kemudian bersepakat untuk menggagas gerakan untuk pendidikan politik populer dan pemantauan Pemilu seperti pada tahun 1997 dan 1999 saat akhir masa Orba dan awal reformasi.
"Kami percaya bahwa setiap orang memiliki hak dan tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam Pemilu. JagaPemilu hadir untuk mendukung upaya warga negara dalam memastikan Pemilu 2024 berlangsung secara demokratis dan berintegritas," kata salah satu inisiator JagaPemilu, Erry Riyana Hardjapamekas di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2923).
Sebagai langkah awal, JagaPemilu akan fokus pada pemantauan proses kampanye dan tahapan-tahapan Pemilu lainnya. Gerakan ini juga akan melakukan pendidikan politik populer untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga negara tentang pemilu.
Dalam manifestonya, JagaPemilu menyatakan gerakan ini bertujuan memperkuat kesadaran dan pemahaman hak-hak politik warga, meningkatkan pengawasan atas proses tahapan Pemilu, meningkatkan partisipasi politik warga melalui platform digital. Nilai-nilai prinsip JagaPemilu adalah independen, imparsial, dan non-partisan.
JagaPemilu juga berkomitmen untuk memastikan setiap elemen kunci kepemiluan, yaitu penyelenggara pemilu, peserta pemilu (partai politik dan perseorangan) dan juga pemilih melaksanakan fungsi masing-masing secara berintegritas dan menjauhkan diri dari niat untuk menyimpangkan proses pemilu.
Inisiator awal di antaranya Erry Riyana Hardjapamekas, Luky Djani, Natalia Soebagjo, Metta Dharmasaputra, Ririn Sefsani, Titi Anggraini, Sulistyowati Irianto, Airlangga Pribadi, Wahyu Susilo, Rusdi Marpaung, Hadar Gumay, Arief Budiman, Ray Rangkuti, kemudian bersepakat untuk menggagas gerakan untuk pendidikan politik populer dan pemantauan Pemilu seperti pada tahun 1997 dan 1999 saat akhir masa Orba dan awal reformasi.
"Kami percaya bahwa setiap orang memiliki hak dan tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam Pemilu. JagaPemilu hadir untuk mendukung upaya warga negara dalam memastikan Pemilu 2024 berlangsung secara demokratis dan berintegritas," kata salah satu inisiator JagaPemilu, Erry Riyana Hardjapamekas di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2923).
Sebagai langkah awal, JagaPemilu akan fokus pada pemantauan proses kampanye dan tahapan-tahapan Pemilu lainnya. Gerakan ini juga akan melakukan pendidikan politik populer untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga negara tentang pemilu.
Lihat Juga :