Kepala BNPT: Pendidikan Kebangsaan Cegah Ideologi Radikal Terorisme
Selasa, 21 November 2023 - 21:04 WIB
loading...
A
A
A
Kepala BNPT RI meneguhkan tiga kelompok rentan ini jangan sampai terpapar karena mereka merupakan generasi penerus bangsa.
“Jika ketiga kelompok ini menjadi intoleran, dapat dibayangkan dapat terjadi banalisasi bangsa, konsep kebangsaan yang dibangun dari persatuan dan perbedaan ini selesai. Ini yang saya saya katakan jika ingin mengakhiri bangsa Indonesia,” tegas Rycko.
Ia menambahkan bahwa kelompok radikal teroris juga pandai memanipulasi kesucian simbol dan atribut agama untuk mempersuasi targetnya. Mahasiswa pada dasarnya tidak menyukai cara kekerasan, namun karena dibungkus dengan dalil agama maka ia menjadi menarik dan membuat korbannya terbuai.
Rycko berpesan kepada para mahasiswa dan civitas Universitas Jenderal Soedirman untuk membangun kesadaran bersama tentang bahaya laten ideologi kekerasan apapun namanya. Ia menyuruh mahasiswa untuk lapor ke pihak berwenang jika menemukan kajian yang mengajarkan kekerasan dan intoleran.
“Kalau menemukan kajian aneh-aneh di media sosial, Telegram, WA dan semacamnya, yang mengajarkan kebencian mengolok-olok cepat diblok saja. Hati-hati, mereka menyusupnya lewat soft-approach,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq berharap visi ini bisa menjambatani bahwa NKRI yang begitu kaya akan sumber daya melalui generasi Soedirman akan lebih memperkokoh tentang NKRI harga mati. Terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan pemberantasan kebodohan.
“Semoga kuliah ini bisa membentuk sikap visioner, membuka clear understanding, dan agile untuk pencegahan paham radikal terorisme,” tegasnya.
“Jika ketiga kelompok ini menjadi intoleran, dapat dibayangkan dapat terjadi banalisasi bangsa, konsep kebangsaan yang dibangun dari persatuan dan perbedaan ini selesai. Ini yang saya saya katakan jika ingin mengakhiri bangsa Indonesia,” tegas Rycko.
Ia menambahkan bahwa kelompok radikal teroris juga pandai memanipulasi kesucian simbol dan atribut agama untuk mempersuasi targetnya. Mahasiswa pada dasarnya tidak menyukai cara kekerasan, namun karena dibungkus dengan dalil agama maka ia menjadi menarik dan membuat korbannya terbuai.
Rycko berpesan kepada para mahasiswa dan civitas Universitas Jenderal Soedirman untuk membangun kesadaran bersama tentang bahaya laten ideologi kekerasan apapun namanya. Ia menyuruh mahasiswa untuk lapor ke pihak berwenang jika menemukan kajian yang mengajarkan kekerasan dan intoleran.
“Kalau menemukan kajian aneh-aneh di media sosial, Telegram, WA dan semacamnya, yang mengajarkan kebencian mengolok-olok cepat diblok saja. Hati-hati, mereka menyusupnya lewat soft-approach,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq berharap visi ini bisa menjambatani bahwa NKRI yang begitu kaya akan sumber daya melalui generasi Soedirman akan lebih memperkokoh tentang NKRI harga mati. Terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan pemberantasan kebodohan.
“Semoga kuliah ini bisa membentuk sikap visioner, membuka clear understanding, dan agile untuk pencegahan paham radikal terorisme,” tegasnya.
(abd)
Lihat Juga :