Muhammadiyah: Perlu Kebijakan Komprehensif terkait Label Halal Produk Israel

Jum'at, 17 November 2023 - 18:35 WIB
loading...
Muhammadiyah: Perlu...
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Jumat (17/11/2023). FOTO/MPI/YOHANES DEMO
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai perlu ada kebijakan komprehensif terkait produk-produk yang terafiliasi dengan Israel . Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya berencana mengkaji status label halal produk-produk tersebut.

"Kayaknya kita memang perlu kebijakan yang komprehensif," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat ditemui di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Jumat (17/11/2023).

Haedar Nashir menghargai sikap masyarakat melakukan boikot produk yang terafiliasi dengan Israel. Menurutnya, hal itu adalah komitmen dalam menyikapi perang Palestina-Israel yang terjadi saat ini.



"Tentu kita hargai juga sikap politik kekuatan masyarakat untuk boikot ini dan boikot itu sebagai bagian dari komitmen untuk bersikap. Bahkan lebih dari itu, Muhammadiyah tidak cukup di situ, Muhammadiyah bahkan menggalang dana puluhan miliar," ucapnya.

Sejak lima tahun lalu, kata Haedar, Muhammadiyah telah membangun sekolah di Beirut (Lebanon) untuk anak-anak Palestina. Langkah ini merupakan bentuk dukungan Muhamadiyah terhadap anak-anak di Palestina agar tetap mendapatkan hak pendidikan ditengah krisis perang.

Haedar juga menilai sikap politik Indonesia sudah bagus, tegas, baik mewakili negara itu sendiri maupun bangsa. Sebab, sejatinya penjajahan harus hilang dari muka bumi.

"Bahwa kita membela Palestina dan mengutuk segala bentuk agresi dan kekejaman Israel itu kan karena mandat konstitusi, bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh karena itu penjajahan harus hilang dari muka bumi," ujarnya.

Baca juga: Fatwa MUI: Haram Hukumnya Dukung Agresi Israel ke Palestina

Selanjutnya, Haedar menilai harus ada langkah-langkah strategis. Salah satunya seperti yang dilakukan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang terus melakukan ikhtiar ke berbagai negara menggalang kerja sama menuju two state solution, dua negara yang berdaulat dan merdeka.

"Nah, mestinya PBB dan negara-negara maju yang selama ini mendukung dan bahkan mendirikan Israel membangun kesadaran baru bahwa dunia sudah berubah. Kemudian pengalaman kita perang dunia 1 dan 2 itu sudah cukuplah, tidak boleh terjadi," ucapnya.

Sebab, penjajahan yang terjadi di muka bumi seperti di Asia, Afrika hingga Amerika Latin hanya membuat masyarakat menderita. Negara-negara besar seharusnya mengakui Palestina dan Israel.

"Maka hilangkanlah kepentingan-kepentingan sempit negara besar. Apa sih susahnya negara besar mengakui dua negara berdaulat," ujarnya.

Sebelumnya, MUI menanggapi soal status label halal produk-produk dari perusahaan yang terafiliasi dengan Israel. Hal itu merupakan rencana tindak lanjut dari Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Pejuang Palestina.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Pulang ke Tanah Air,...
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
Mengharukan! Bocah 9...
Mengharukan! Bocah 9 Tahun Bawa Poster untuk Ayah yang Pulang usai Ditawan Israel
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Rekomendasi
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Berita Terkini
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved