NU dan Muhammadiyah: Bantuan Kemanusiaan Lebih Berguna bagi Rakyat Palestina

Jum'at, 10 November 2023 - 13:40 WIB
loading...
NU dan Muhammadiyah:...
Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais menerima donasi dari Danone Indonesia untuk Palestina di Kantor Lazismu, beberapa waktu lalu. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Ajakan boikot terhadap produk tertentu dinilai tidak efektif dalam menghentikan serangan Israel ke Gaza, Palestina . Memberikan donasi bantuan kemanusiaan akan lebih berguna bagi rakyat Palestina.

"Memberikan donasi bantuan kemanusiaan ke Palestina itu yang paling penting untuk kita lakukan, termasuk juga diplomasi internasional di PBB," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat (10/11/2023).

Menurutnya, pemerintah Indonesia perlu menggalang dukungan internasional di PBB agar serangan Israel ke Gaza, Palestina bisa segera dihentikan. Semua masyarakat Indonesia bisa mendukung penghentian serangan Israel ke Palestina dengan melakukan sesuai kemampuan, minimal dengan doa dibanding melakukan aksi-aksi boikot yang justru merugikan masyarakat sendiri.



"Semoga doa kita dikabulkan Allah. PBNU secara khusus sudah memerintahkan kepada warganya untuk berdoa qunut nazilah," katanya.

Gus Fahrur berharap tidak ada pihak mana pun yang memanfaatkan konflik Israel-Palestina untuk mengadu domba masyarakat Indonesia. Cara-cara terbaik harus ditempuh untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

"Tidak boleh ada yang mengail di air keruh, memanfaatkan suasana untuk membikin keributan apalagi terorisme. Kita dukung kemerdekaan Palestina dengan cara yang lebih baik," katanya.

Seruan serupa juga disuarakan Lazismu Muhammadiyah. Lazismu telah menyalurkan bantuan berupa RendangMu dan Family Kit kepada rakyat Palestina. Penyaluran bantuan yang dilakukan Lazismu berasal dari berbagai pihak, baik perorangan, komunitas dan organisasi hingga perusahaan.

Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais mengungkapkan bahwa bantuan gelombang pertama juga sudah dikirimkan pada awal November 2023.

"Kita tahu bersama beberapa waktu lalu Indonesia melakukan gerakan solidaritas di Jakarta yang juga dilakukan oleh masyarakat seluruh dunia sebagai bentuk solidaritas," kata Rais saat menerima donasi dari Danone Indonesia untuk Palestina di kantor Lazismu.

Dalam kesempatan itu, Danone Indonesia menyerahkan donasi secara langsung dimana pendistribusiannya seluruhnya diamanahkan ke Lazismu. Mengenai berbagai bentuk aksi solidaritas terhadap palestina, Rais menghimbau agar ummat membantu sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

"Yang mampu menyumbang dalam bentuk materi, silakan berdonasi. Tapi kalau kita sanggup memberikan tenaga, bisa menjadi relawan di Rafah," katanya.

Di samping menyalurkan bantuan, Rais sekaligus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menyikapi aksi solidaritas, terutama ajakan boikot. Sebab, bisa saja hal tersebut merugikan bangsa dan ekonomi ummat.

"Kita tidak tau di balik jejaring ekonomi di satu produk, ternyata di situ banyak sekali sumber daya manusia saudara-saudara kita di tanah air," katanya.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut sejauh ini pun tidak ada produk Israel yang masuk secara langsung ke Indonesia. Dia melanjutkan, kalaupun ada produk Israel yang masuk Indonesia maka biasanya melewati negara lain.

"Ndak mempan. Apa sih yang kita mesti boikot Israel? Barangnya juga tidak ada yang masuk, bisa masuk dari negara lain," kata Jusuf Kalla di Jakarta, belum lama ini.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini pun mendorong persatuan negara-negara di dunia untuk mendesak Israel menghentikan tindakannya ke Gaza. JK menyebut kekejaman Israel di Gaza haruslah dihentikan atas nama kemanusiaan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Sapi Kurban Banpres...
Sapi Kurban Banpres Prabowo Dibiayai APBN, Ulama NU Sebut Sah Menurut Fikih
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Rekomendasi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Piala Dunia 2026: Akrobat...
Piala Dunia 2026: Akrobat 4 Gol Warnai Hasil Imbang Inggris vs Kroasia di Babak Pertama
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved