Dialog Konstruktif dan Diplomatif Diyakini Efektif Selesaikan Konflik
Kamis, 09 November 2023 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Syauqillah yang secara aktif mempelajari isu radikalisme dan terorisme berpendapat, permasalahan seperti ini tidak hanya terpaku pada satu dimensi. Pencarian solusi bagi permasalahan dalam negeri seperti di Papua dilakukan dengan banyak jalan. Selain diplomasi, pendekatan melalui jalur hukum dan koersif menjadi beberapa opsi yang diambil pemerintah dalam menjamin keselamatan warga setempat dan infrastruktur publik yang ada di sana.
"Begitu juga dengan yang terjadi di Palestina. Diplomasi adalah pilihan. Walaupun kita tahu, apa yang terjadi di Palestina sudah sangat mengkhawatirkan. Saya melihatnya, ibarat suatu alat pengukuran, peperangan Palestina-Israel sudah melewati batas garis merah, di mana garis merah itu disepakati untuk tidak bisa dilewati, namun Israel tetap saja melewati batas itu," katanya.
Tragedi kemanusiaan itu menyebabkan ribuan orang meninggal dunia. Banyak pihak, termasuk Indonesia, menekan PBB untuk mengupayakan perwujudan perdamaian secara konkret, sehingga tidak lagi korban jiwa yang berjatuhan.
Baca juga: Mengenal Rashida Tlaib, Anggota DPR AS yang Disanksi Akibat Bela Palestina
Sedemikian parahnya kerusakan yang ditimbulkan invasi Israel terhadap Palestina, kata Syauqillah, membuat seluruh pihak tidak hanya bicara soal korban manusia, tapi juga hancurnya suatu peradaban. Dunia internasional telah menyaksikan bagaimana banyak bangunan bersejarah dan rumah ibadah di Gaza telah rata dengan tanah, begitu juga dengan benda-benda bersejarah lainnya.
"Begitu juga dengan yang terjadi di Palestina. Diplomasi adalah pilihan. Walaupun kita tahu, apa yang terjadi di Palestina sudah sangat mengkhawatirkan. Saya melihatnya, ibarat suatu alat pengukuran, peperangan Palestina-Israel sudah melewati batas garis merah, di mana garis merah itu disepakati untuk tidak bisa dilewati, namun Israel tetap saja melewati batas itu," katanya.
Tragedi kemanusiaan itu menyebabkan ribuan orang meninggal dunia. Banyak pihak, termasuk Indonesia, menekan PBB untuk mengupayakan perwujudan perdamaian secara konkret, sehingga tidak lagi korban jiwa yang berjatuhan.
Baca juga: Mengenal Rashida Tlaib, Anggota DPR AS yang Disanksi Akibat Bela Palestina
Sedemikian parahnya kerusakan yang ditimbulkan invasi Israel terhadap Palestina, kata Syauqillah, membuat seluruh pihak tidak hanya bicara soal korban manusia, tapi juga hancurnya suatu peradaban. Dunia internasional telah menyaksikan bagaimana banyak bangunan bersejarah dan rumah ibadah di Gaza telah rata dengan tanah, begitu juga dengan benda-benda bersejarah lainnya.
Lihat Juga :