Dukungan untuk Ganjar Pranowo-Mahfud MD Mengalir dari Relawan di Melbourne
Minggu, 05 November 2023 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
"Sepengetahuan saya ada banyak sih teman-teman yang mendukung partai-partai yang sebenarnya tidak mendukung Ganjar dan Mahfud. Tapi mereka menyatakan bahwa memilih presiden adalah masalah pribadi antara dia dan orang yang dipilih. Dan yang akan tahu akan pilihannya adalah dia di bilik suara. Jadi saya yakin mereka akan memilih Ganjar dan Mahfud," kata Mahfud.
Seorang diaspora Indonesia lainnya, Hila Kopong, ketika ditanyakan alasan memilih pasangan Ganjar-Mahfud menekankan pentingnya rekam jejak calon presiden dan calon wakil presiden. "Rekam jejak mereka jelas dalam membela Pancasila dan melawan gerakan diskriminasi di Indonesia selama ini," ujarnya.
Anton Tobing, koordinator dalam kegiatan deklarasi kali ini menyampaikan pentingnya memilih pemimpin tanpa beban masalah masa lalu atau yang memulai pencalonan dengan membuat masalah. "Pemilihan pemimpin atau kepala negara bukan merupakan urusan yang main-main. Marilah kita mempelajari rekam jejak calon presiden dan wakil presiden kita. Amat tidak bijak sekiranya kita memilih pemimpin dengan masalah masa lalu yang tidak pernah ada konklusinya atau memilih pemimpin yang memulai pencalonannya dengan membuat masalah," jelasnya.
Menurutnya, Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai bila kita salah memilih pemimpin. Hal senada disampaikan oleh Siti Mariani, anggota Tim Pemenangan Relawan Pemilu dari PDI Perjuangan (PDIP) yang hadir secara khusus untuk mengikuti deklarasi ini. Dia mengedepankan pentingnya menjaga semangat para pendukung Ganjar dan Mahfud di Melbourne.
"Terus semangat, perjuangan ini tidak mudah. Terus semangat Hari-H. Pastikan Warga Negara Indonesia di Australia dapat memenangkan Ganjar-Mahfud sebagai Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilu 2024 mendatang," ujarnya.
Seorang diaspora Indonesia lainnya, Hila Kopong, ketika ditanyakan alasan memilih pasangan Ganjar-Mahfud menekankan pentingnya rekam jejak calon presiden dan calon wakil presiden. "Rekam jejak mereka jelas dalam membela Pancasila dan melawan gerakan diskriminasi di Indonesia selama ini," ujarnya.
Anton Tobing, koordinator dalam kegiatan deklarasi kali ini menyampaikan pentingnya memilih pemimpin tanpa beban masalah masa lalu atau yang memulai pencalonan dengan membuat masalah. "Pemilihan pemimpin atau kepala negara bukan merupakan urusan yang main-main. Marilah kita mempelajari rekam jejak calon presiden dan wakil presiden kita. Amat tidak bijak sekiranya kita memilih pemimpin dengan masalah masa lalu yang tidak pernah ada konklusinya atau memilih pemimpin yang memulai pencalonannya dengan membuat masalah," jelasnya.
Menurutnya, Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai bila kita salah memilih pemimpin. Hal senada disampaikan oleh Siti Mariani, anggota Tim Pemenangan Relawan Pemilu dari PDI Perjuangan (PDIP) yang hadir secara khusus untuk mengikuti deklarasi ini. Dia mengedepankan pentingnya menjaga semangat para pendukung Ganjar dan Mahfud di Melbourne.
"Terus semangat, perjuangan ini tidak mudah. Terus semangat Hari-H. Pastikan Warga Negara Indonesia di Australia dapat memenangkan Ganjar-Mahfud sebagai Presiden dan Wakil Presiden dalam Pemilu 2024 mendatang," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :