alexametrics

Titiek Soeharto Ingin Film G30S PKI Tak Hanya Diputar Akhir September

loading...
Titiek Soeharto Ingin Film G30S PKI Tak Hanya Diputar Akhir September
Titiek Soeharto ketika ditanya wartawan mengenai pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI. Foto/Okezone/Danang Prabowo
A+ A-
YOGYAKARTA - Pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI menuai prokontra. Puteri Presiden kedua RI Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto setuju dengan pemutaran film yang diproduksi era kepemimpinan Soeharto.

Hal itu disampaikan pada wartawan usai menghadiri pembukaan Pameran Pembangunan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Expo memperingati Hari Jadi KTNA ke-46, di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

"Itu film sangat baik sebagai bahan edukasi sejarah bagi anak bangsa agar mereka tahu, bahwa bangsa ini memiliki masa lalu yang berat dan keras," kata Titiek, Jumat (22/9/2017).



Pemutaran film itu, menurut dia, tidak perlu hanya diputar saat akhir September. Tapi, bisa dilakukan kapan saja untuk mengingat peristiwa yang pernah terjadi di negeri ini.

Dia mempersilakan bila ada yang ingin memperbarui film disesuaikan dengan zaman. Namun, dia menegaskan peristiwa sejarah penculikan yang dilakukan PKI terhadap tujuh jendral tidak boleh dihilangkan.

Begitu juga, kata dia, tindakan sadis yang dilakukan Gerwani dan PKI terhadap para jendral.

Menurut dia, peristiwa itu membuat ABRI (sebelum bernama TNI) bersama rakyat melakukan perlawanan hingga penumpasan PKI.

Wakil Ketua Komisi VI DPR ini menilai ada banyak tanda-tanda kemunculan PKI. Hanya saja, kemunculan itu tidak secara frontal, tapi melalui berbagai media sosial dengan membuat pernyataan-pernyataan adu domba.

"Saya baca di medsos itu, engak tahu itu hoax atau bukan, kelihatannya sudah semakin parah. Masyarakat bisa melihat sendiri ada di mana-mana," ujarnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak