Ganjar Pranowo, Sosok Pemberani soal Politik Luar Negeri

Selasa, 31 Oktober 2023 - 15:40 WIB
loading...
Ganjar Pranowo, Sosok...
Ganjar Pranowo. Foto/Aldhi Chandra Setiawan
A A A
JAKARTA - Calon Presiden Ganjar Pranowo pernah mendapatkan pujian terkait keberaniannya soal politik luar negeri. Emrus Sihombing , seorang ahli komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, menilai Ganjar punya nyali untuk mengarahkan kebijakan luar negeri Indonesia agar menjunjung dan memajukan perdamaian global.

Menurutnya, Ganjar mungkin bisa menjunjung tinggi pendirian Indonesia dan berkontribusi dalam penghapusan kolonialisme di seluruh dunia. "Ganjar Pranowo memiliki kepemimpinan pluralis sehingga menjadi modal sosial dan politik baginya untuk mengambil kebijakan luar negeri kita yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi," kata Emrus pada 7 Oktober 2023, saat ditanya salah satu media nasional.

Di sisi lain, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto juga pernah memuji mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden yang gagah berani. "Pak Ganjar berani sebagai pemimpin, masuk kriteria Presiden Jokowi. Yang lain kan memikirkan elektoral dulu," ujar Hasto kepada salah satu media nasional Indonesia pada 7 Juni 2023.

"Kalau Pak Ganjar bersikap, tidak akan ada kekeliruan. Penolakan proposal itu tidak ada nanti, karena ini (politik luar negeri bebas-aktif) sudah mengakar dalam tradisi bangsa," tambahnya.

Menurut PDIP, Ganjar mempunyai keyakinan politik luar negeri bebas aktif yang sama dengan Soekarno, pendiri Konferensi Asia-Afrika, dan putrinya Megawati Soekarnoputri, yang menjabat sebagai Ketua Umum PDIP.

Sistem Politik Luar Negeri Indonesia
Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 Tentang Hubungan Luar Negeri mengatur tentang politik luar negeri Indonesia. Penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri tercakup dalam aturan ini.

Sesuai dengan aturan ini, politik luar negeri mengacu pada tindakan, pendirian, dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Republik Indonesia dalam hubungannya dengan negara lain, organisasi internasional, dan subjek lain yang tercakup dalam hukum internasional untuk mengatasi masalah global dan masalah domestik lebih lanjut.

Indonesia memiliki kerangka kebijakan luar negeri yang terbuka dan dinamis yang didasarkan pada kepentingan negara. Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), UUD 1945, dan Pancasila menjadi landasan berjalannya sistem tersebut.

Sistem politik luar negeri Indonesia tidak hanya dilakukan secara rutin dan reaktif, tegas dalam keyakinan dan pendirian, rasional dan adaptif dalam pendekatannya, namun juga melalui diplomasi yang kreatif, aktif, dan antisipatif.

Menteri dapat diberi wewenang oleh presiden untuk menangani kebijakan dan hubungan luar negeri. Selanjutnya, ia mempunyai kewenangan untuk memilih pejabat pemerintah, perorangan, atau pejabat lain untuk mengoordinasikan kontak selain Menteri Luar Negeri.

Sebagaimana didefinisikan dalam UU 37/1999, pelaksanaan kebijakan luar negeri Indonesia harus mencerminkan pandangan dunia negara. Landasan ideal yang membentuk dan menjiwai politik luar negeri Republik Indonesia adalah Pancasila, falsafah nasional bangsa Indonesia.

Situs Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa pada tanggal 2 September 1948, di Yogyakarta, Wakil Presiden Mohammad Hatta memperkenalkan prinsip-prinsip yang nantinya akan menjadi pedoman politik luar negeri Indonesia.

Hatta yang sekaligus menjabat Menteri Pertahanan sekaligus Perdana Menteri RI menguraikan sikap pemerintah terhadap sejumlah persoalan nasional dan internasional dalam rapat Pokja Komite Nasional Indonesia Pusat yang menjadi model DPR RI.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral Indonesia–Jerman
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Ray Rangkuti Singgung...
Ray Rangkuti Singgung Indonesia Masih di Level Ikut-ikutan dalam Politik Luar Negeri
Seskab Teddy soal Prabowo...
Seskab Teddy soal Prabowo Sering ke Luar Negeri: Dunia Sedang Krisis, Pemimpin Harus Bangun Hubungan
Teddy Sebut Biaya Perjalanan...
Teddy Sebut Biaya Perjalanan Luar Negeri yang Melebihi Anggaran Ditanggung Presiden Prabowo
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Wapres Filipina Sara...
Wapres Filipina Sara Duterte Maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2028
Siapa Nasry Asfura?...
Siapa Nasry Asfura? Capres Honduras Keturunan Palestina yang Didukung Trump
Politikus yang Dituding...
Politikus yang Dituding sebagai Pengkhianat oleh Trump Ingin Jadi Capres 2028
Rekomendasi
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved