Psikolog Remaja Imbau Orang Tua Terapkan Positive Parenting untuk Generasi Z

Minggu, 29 Oktober 2023 - 00:50 WIB
loading...
Psikolog Remaja Imbau...
Metode positive parenting terhadap generasi Z atau generasi stroberi dinilai sangat penting. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Praktisi Psikologi Remaja Syarief Ahmad menekankan pentingnya metode positive parenting terhadap generasi Z atau generasi stroberi. Di mana pola pengasuhan tersebut mengajarkan disiplin tanpa hukuman.

Generasi Z lebih dikenal sebagai digital native. Mereka lahir dalam kurun waktu 1995 sampai 2010, dengan rentang usia 12 sampai 28 tahun. Di Indonesia, pada 2010 saja jumlah generasi Z sudah lebih dari 68 juta orang, nyaris dua kali lipat Generasi X yang lahir 1965 sampai 1976.

Saat ini, ada sekitar 2,5 miliar Generasi Z di seluruh dunia. Generasi Z yang disebut juga generasi paska Milenial, memiliki pengetahuan luas karena mudahnya akses informasi, motivasi tinggi, mampu melakukan berbagai aktivitas dalam satu waktu atau multitasking, cenderung lebih toleran karena terbuka terhadap segala sesuatu, tidak cepat berpuas diri dan terus berinovasi.

Namun generasi Z yang sering kali disebut generasi stroberi, memiliki emosi yang labil, cenderung individualistis dan egosentris, tidak fokus dalam satu hal, kurang menghargai proses atau lebih tertarik kepada hal-hal yang instan, lebih memprioritaskan materi atau uang, dan kecanduan gadget

Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya berjudul "Strawberry Generation" menyebutkan generasi ini merupakan generasi yang memiliki banyak ide cemerlang serta kreativitas yang tinggi. Tapi sayangnya, mereka mudah sekali untuk menyerah, mudah sakit hati, lamban, egois, serta pesimistis terhadap masa depan.

Istilah generasi stroberi pertama kali muncul di negara Taiwan untuk menggambarkan generasi muda yang lahir setelah tahun 1981 (post-80) dan mengalami kesulitan dalam menghadapi tekanan sosial, tidak seperti orang tuanya semasa muda.

Generasi stroberi saat ini sedang banyak diserang oleh berbagai pengaruh perilaku negatif antara lain kecanduan rokok atau vape, penyalahgunaan narkoba, gangster, digital addict, kecanduan mengakses situs porno, pacaran, bunuh diri, tawuran atau perkelahian, hingga perilaku seks yang menyimpang.

"Untuk itu orang tua perlu berperan dalam mengasuh remajanya dengan positive parenting. Prinsip pengasuhan positif ini, orang tua mengajarkan anak disiplin dengan tidak memberi hukuman dan menghindari kekerasan," ujar Syarief yang juga Konsultan Kepengasuhan Pesantren ini, Sabtu (28/10/2023).

Menurut Syarief, dalam metode ini orang tua justru perlu mengedepankan konsekuensi agar anak memiliki kesadaran dan bertanggung jawab terhadap perilakunya.

"Positif parenting juga perlu melibatkan orang tua dalam dialog dengan remajanya dan lebih banyak mendengar daripada menghakimi," katanya.

Baca: Gubernur Bank Indonesia Sebarkan Makna Cinta Rupiah ke Generasi Z

Aktif berinteraksi dengan remaja sejak 2009 melalui Yayasan Kita dan Buah Hati (YKBH), sebuah yayasan parenting yang dipimpin Elly Risman, psikolog senior sekaligus trainer parenting keluarga di Indonesia, Syarief membekali diri dengan ilmu dan praktik mengenai isu parenting, perlindungan anak, bahaya pornografi, dan ketahanan keluarga.

Pria yang merupakan lulusan psikologi UIN Jakarta ini tidak cepat berpuas diri dalam bidang parenting dan mulai mengembangkan diri sebagai konsultan dan trainer pengasuhan di beberapa lembaga pendidikan berbasis asrama atau boarding school di seluruh Indonesia sejak 2018 bersama Islamic Leadership Learning Center (ILLC).

Syarief juga diamanahkan sebagai pimpinan di Biro Konseling dan Psikologi Al Wafi Islamic Boarding School. Harapannya ketika bergabung ke ranah boarding school adalah agar banyak generasi penerus bangsa yang cerdas, hebat, berakhlak baik, berhati nurani, serta memiliki religiusitas yang dapat meneladani dan mewariskan generasi berikutnya menjadi yang lebih baik.

Selain itu, Syarief juga menghasilkan beberapa karya yang dituangkan dalam bentuk buku lifeskill untuk remaja. Salah satunya buku Surviving Teen Stress yang baru saja dirilis pada 2023.

Isinya merupakan edukasi preventif untuk remaja agar siap dan mampu menghadapi stress di masa depan, tidak mudah depresi, frustasi, atau bunuh diri serta dapat terhindar dari perilaku buruk remaja.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Gen Z Membawa...
Ketika Gen Z Membawa Orang Tua ke Ruang Interview
Indonesia Emas 2045...
Indonesia Emas 2045 Taruhannya: Ketika Pundak Gen Z Rapuh Tanpa Jangkar Moral
Kolaborasi PKSS dan...
Kolaborasi PKSS dan Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja bagi Gen Z
Keterwakilan Anak Muda...
Keterwakilan Anak Muda di Parlemen Merosot, Parpol Buka Ruang Lebih Luas untuk Milenial dan Gen Z
Balitbang Motor Penggerak...
Balitbang Motor Penggerak Partai Raih Suara Milenial dan Generasi Z
Jihad Literasi dan Teknologi,...
Jihad Literasi dan Teknologi, Senjata Gen Z Melawan Radikalisme
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Momen Celine Evangelista...
Momen Celine Evangelista Bimbing Anaknya Belajar Wudhu dan Salat Tuai Pujian Warganet
Bukan Sekadar Batasi...
Bukan Sekadar Batasi Screen Time, Nova Nayla Bagikan Cara Bijak Mindful Parenting
Rekomendasi
Terjebak antara Cinta...
Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Rincian UKT Jalur Mandiri...
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Berita Terkini
Kemendukbangga Siapkan...
Kemendukbangga Siapkan Program Ayah Idaman untuk Tingkatkan Partisipasi KB Pria
KPK Tahan Bupati Kuansing...
KPK Tahan Bupati Kuansing dan Dua Orang Lainnya terkait Suap Pengisian Jabatan
Presiden Belarus Lukashenko...
Presiden Belarus Lukashenko Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo Besok
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Kemandirian Santri Lewat Pelatihan Menjahit
Alasan Calon Manajer...
Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved