Jadi Cawapres Prabowo, Masinton: Gibran Otomatis Bukan Kader PDIP
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) salah dalam mengartikan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah dengan cara melanggengkan kekuasaan.
"Kalau saya lihat ini campaignnya dari 2021. Coba memanfaatkan approval rating bahwa masyarakat puas dengan kerja pemerintah/presiden, tapi apakah masyarakat setuju kalau presiden jadi tiga periode? Artinya kan mengubah aturan, mengubah konstitusi kita ya tidak setuju," tegasnya.
"Kemudian dicari cara lain kalau pemilu ditunda? Nggak setuju juga. Artinya bahwa ini kan yang sekarang digunakan adalah memanfaatkan approval rating itu dianggap kalau masyarakat suka terus kemudian bisa sesuka hati juga dari kekuasaan itu untuk mengotak-atik aturan," sambungnya.
Hal itu juga berpengaruh terhadap putusan MK saat ini. Masyarakat menilai ada upaya untuk pelanggengan kekuasaan.
Masinton mengatakan, putusan MK menjadi ancaman serius terhadap sistem demokrasi. "Putusan MK bukan putusan yang berbasis pada konstitusional kuat. Saya memandang putusan itu sebagai putusan semena-mena. Ini yang menjadi menurut saya demokrasi kita sedang tidak baik-baik saja," katanya.
"Kalau saya lihat ini campaignnya dari 2021. Coba memanfaatkan approval rating bahwa masyarakat puas dengan kerja pemerintah/presiden, tapi apakah masyarakat setuju kalau presiden jadi tiga periode? Artinya kan mengubah aturan, mengubah konstitusi kita ya tidak setuju," tegasnya.
"Kemudian dicari cara lain kalau pemilu ditunda? Nggak setuju juga. Artinya bahwa ini kan yang sekarang digunakan adalah memanfaatkan approval rating itu dianggap kalau masyarakat suka terus kemudian bisa sesuka hati juga dari kekuasaan itu untuk mengotak-atik aturan," sambungnya.
Hal itu juga berpengaruh terhadap putusan MK saat ini. Masyarakat menilai ada upaya untuk pelanggengan kekuasaan.
Masinton mengatakan, putusan MK menjadi ancaman serius terhadap sistem demokrasi. "Putusan MK bukan putusan yang berbasis pada konstitusional kuat. Saya memandang putusan itu sebagai putusan semena-mena. Ini yang menjadi menurut saya demokrasi kita sedang tidak baik-baik saja," katanya.
(jon)
Lihat Juga :