Nasib Memprihatinkan Para Pekerja Migran saat Ditahan di Sabah

Rabu, 05 Agustus 2020 - 13:50 WIB
loading...
Nasib Memprihatinkan...
Sejumlah PMI yang dideportasi dari Malaysia bersiap naik ke kapal di ruang tunggu Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (30/5/2020). Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) mengaku menemukan praktik penyiksaan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) yang ditahan di lokasi semantara di Sabah, Malaysia. Diperkirakan masih ada 900 PMI di tempat penahanan sementara.

Menurut Koordinator KBMB Musdalifah Jamal, mereka adalah bagian dari ribuan PMI yang sudah dideportasi selama Maret-Juli 2020. Berdasarkan penelusuran KBMB melalui 33 pekerja yang sudah kembali ke Tanah Air, Musdalifah mengungkapkan,
PMI yang dideportasi rata-rata menyatakan diperlakukan tidak manusiawi.

Selain itu, penahanan yang berkepanjangan telah menyebabkan perampasan kebebasan PMI tanpa alasan. Ketiga, PTS menjadi tempat penyiksaan.

“Kondisi penampungan buruk. Mayoritas deportan mengalami penyakit kulit akut. Fasilitas kesehatan terbatas, bahkan ada penghuni yang dibiarkan melahirkan sendiri. Tidak ada bantuan medis secara kontinu untuk memeriksa,” terangnya dalam konferensi pers bersama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Rabu (5/7/2020).

(Baca: BP2MI Bakal Kawal Penempatan 88.973 Pekerja Migran di Luar Negeri)

Musdalifah memaparkan para deportan mengalami depresi selama dalam tahanan. Akses terhadap air bersih dan makanan yang layak juga sangat minim.

“Makanan yang diberikan itu tidak layak untuk dimakan. Lauk atau ayamnya tidak bersih, masih ada darah dalam daging. Beberapa makanan yang diberikan sudah basi. Sayurnya bercampur dengan rumput,” katanya.

Menurutnya, para PMI ini harus menjalani hukuman yang lebih lama di PTS dibandingkan dari hukuman resmi penjara. Ada beberapa PMI yang seharusnya dikeluarkan Januari dan Februari 2020, tapi baru dideportasi pada Juni-Juli ini.

(Baca: Perbudakan di Laut Terus Berlanjut, Pemerintah Dinilai Gagal Lindungi ABK)

KBMB menyatakan PTS sebagai institusi penyiksaan dan teror bagi PMI tidak memiliki berdokumen. Dalam tahanan meskipun satu keluarga, tetapi mereka tidak bisa bertemu dan saling berkomunikasi. “Bahkan ada yang meninggal, keluarganya tidak diizinkan untuk melihat,” ucapnya.

PTS disinyalir menjadi tempat bisnis dan pemerasan. Musdalifah menjelaskan kiriman uang dari kerabat sering dipotong oleh petugas PT. Begitu juga dengan kiriman makanan kadang hanya tinggal setengah ketika diterima PMI.

“Karena diambil petugas. Kami menyebut petugas PTS berbisnis karena mengizinkan komunikasi dengan keluarga tapi harus membayar 10-20 ringgit Malaysia. Itu untuk satu jam telepon,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Kawal Penanganan...
Pemerintah Kawal Penanganan Insiden Kapal yang Libatkan WNI di Perairan Perak Malaysia
Program Desa EMAS Sandi...
Program Desa EMAS Sandi Uno Ekspor Kopi ke Malaysia
Ratifikasi Konvensi...
Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perlindungan Pekerja Laut Perlu Diperkuat
Prihatin Kapal TKI Ilegal...
Prihatin Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Malaysia, DPR: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan...
KBRI Kuala Lumpur Pulangkan 3.570 WNI dari Malaysia
13 WNI Terdampak Insiden...
13 WNI Terdampak Insiden Kebakaran di Sabah Malaysia
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Bukit Peramun Bidik...
Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
Rekomendasi
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Konser Reuni BTS di...
Konser Reuni BTS di Busan Molor 75 Menit, HYBE Minta Maaf dan Jelaskan Penyebabnya
Berita Terkini
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved