Ramai Isu Nepotisme, Capres Ganjar Pranowo Komitmen Tidak Akan Beri Karpet Merah ke Alam

Minggu, 22 Oktober 2023 - 14:40 WIB
loading...
Ramai Isu Nepotisme,...
Capres Ganjar Pranowo bersama putranya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar dalam sebuah kesempatan. FOTO/DOK.MPI
A A A
JAKARTA - Di tengah ramainya isu nepotisme semenjak putusan Mahkamah Konstitusi (MK), calon presiden (capres) Ganjar Pranowo mendapatkan pertanyaan tentang potensi dirinya memberi karpet merah kepada Alam Ganjar jika berhasil menjadi presiden. Ganjar menegaskan tidak akan memberikan karpet merah kepada anaknya tersebut.

Untuk diketahui, MK menggelar sidang putusan uji materiil atas Pasal 169 huruf Q UU Nomor Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur batas usia minimal calon presiden dan calon wakil presiden (cawapres) di ruang sidang pleno, Gedung MK, Jakarta, pada Senin (16/10/2023). Hasilnya MK mengabulkan syarat capres=cawapres berusia paling rendah 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum termasuk pemilihan kepala daerah.

Putusan MK itu dinilai sangat menguntungkan Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang saat ini masih berusi 36 tahun. Ia digadang-gadang bakal menjadi cawapres pendamping Prabowo Subianto. Meski nama cawapres Prabowo saat ini masih dalam tahap pembahasan tapi nama Gibran telah dideklarasikan oleh salah satu partai koalisi Prabowo, yakni Golkar.

Baca juga: Gibran Jadi Cawapres, Jokowi: Orang Tua Hanya Mendoakan dan Merestui

Pengamat politik Saiful Mujani mengatakan putusan MK atau Mahkamah Konstitusi terkait syarat capres dan cawapres mengandung muatan politik nepotisme. Saiful Mujani, putusan MK tersebut bahkan seolah dibuat memang untuk melayani Gibran Rakabuming Raka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Gugatan CLS terkait...
Gugatan CLS terkait Ijazah Wapres Gibran Lanjut ke Pemeriksaan Pokok Perkara
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Rismon Sianipar Dilaporkan...
Rismon Sianipar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya soal Dugaan Penipuan Buku Gibran End Game
MELEDAK! Ribuan Warga...
MELEDAK! Ribuan Warga Kepung Gedung DPRD Kaltim, Protes Nepotisme Memanas!
KontraS Tolak Wapres...
KontraS Tolak Wapres Gibran Jenguk Andrie Yunus di RSCM, Ini Alasannya
Rekomendasi
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
Alasan Negara Arab Tidak...
Alasan Negara Arab Tidak Mau Bergabung dengan Koalisi Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved