Hebat! Cuma dengan 5 Prajurit, Jenderal Kopassus Ini Kalahkan Ratusan Pemberontak PRRI

Jum'at, 20 Oktober 2023 - 06:04 WIB
loading...
Hebat! Cuma dengan 5...
Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin (LB) Moerdani dilantik menjadi Panglima TNI oleh Presiden Soeharto. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Sepak terjang Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin (LB) Moerdani atau dikenal Benny Moerdani di medan operasi tidak ada habisnya untuk diceritakan. Keberaniannya menyabung nyawa di berbagai palagan pertempuran selalu meninggalkan kisah-kisah heroik.

Salah satunya saat menaklukan pemberontakan bersenjata Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia dan Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta) yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Hussein di Pekanbaru, Riau pada 1958 silam.

Pemberontakan bersenjata oleh PRRI/Permesta yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera dan Sulawesi ini merupakan respons ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat.

Benny Moerdani yang saat itu masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) ditugaskan untuk menguasai Kota Pekanbaru yang masih dikuasai musuh dengan persenjataan lengkap karena baru mendapatkan bantuan dari luar negeri.

Baca juga: Jenderal TNI Ini Diam-diam Jalin Hubungan Terlarang dengan Israel Demi Selamatkan RI-1

Pria kelahiran Cepu, Blora, Jawa Tengah pada 2 Oktober 1932 ini kemudian diterjunkan dari pesawat untuk menguasai sasaran. Meski belum pernah berlatih terjun payung, namun sebagai Komandan Kompi A Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) kini bernama Kopassus, Benny Moerdani berhasil terjun dengan selamat.

Hebat! Cuma dengan 5 Prajurit, Jenderal Kopassus Ini Kalahkan Ratusan Pemberontak PRRI

Benny Moerdani menerima Yang Di Pertuan Agung Malaysia Sultan Iskandar. Foto/istimewa

Bersama pasukannya, Benny Moerdani yang dikemudian hari menjadi Panglima TNI ini melakukan penyerbuan. Benny Moerdani mampu memimpin pasukannya dan memukul mundur pemberontak yang berada di sekitar Lapangan Udara Simpang Tiga Pekanbaru.

Padahal, PRRI saat itu memiliki senjata dan perlengkapan perang lebih canggih dibandingkan TNI. Namun karena para pemberontak tidak punya kemampuan dan mental bertempur yang memadai, mereka relatif dengan mudah dapat ditumpas. Mereka kocar kacir melarikan diri ke arah hutan, sebagian lagi menyerah.

Baca juga: Misi Rahasia Bocor, Belasan Prajurit Kopassus Gugur saat Operasi Naga di Papua

Setelah berhasil menguasai lapangan udara, Benny ditantang oleh komandannya Letkol Udara Wiriadinata yang datang belakangan, untuk pergi ke kota. Sebab, Markas kegiatan PRRI berada di pusat Kota Pekanbaru.

Sebagai prajurit sejati Korps Baret Merah Kopassus, Benny Moerdani pun menerima tugas tersebut. ”Tanpa pikir panjang, Benny Moerdani kemudian mengajak empat anggotanya, termasuk sahabatnya Soeweno dan Lettu Dading Kalbuadi. Mereka mengendarai Jeep Willy 44 hasil rampasan dari PRRI di bandara,” dikutip SINDOnews dari buku berjudul “Belajar Uji Nyali dari Benny Moerdani” Jumat (20/10/2023).

Ternyata memang benar, di pusat Kota Pekanbaru sejumlah tempat dan satuan masih dikuasai PRRI. Namun, hal itu tidak menyurutkan keberanian Benny Moerdani dan empat kawannya. Dengan gagah berani kelima prajurit pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD) ini pun bertempur.

Beberapa lokasi berhasil mereka lumpuhkan. Dengan hanya berlima itu. Bahkan di sebuah Detasemen Polisi berkekuatan satu kompi, yang masih dikuasai PRRI, bisa mereka gertak untuk menyerahkan diri. Sebagian besar pemberontak menyerah tanpa perlawanan. Mereka tidak tahu bahwa yang menggertak hanya terdiri atas 5 tentara saja.

Hebat! Cuma dengan 5 Prajurit, Jenderal Kopassus Ini Kalahkan Ratusan Pemberontak PRRI

Benny Moerdani mendapat arahan dari Mayjen Soeharto saat Operasi Naga Papua. Foto/istimewa

Aksi heroik Benny Moerdani lainnya di medan tempur adalah saat Operasi Naga di Irian Barat sekarang bernama Papua. Operasi Naga, merupakan operasi yang cukup berat karena harus menggagalkan rencana Belanda mendirikan “negara boneka” di Papua.

Dalam buku berjudul “Benny Moerdani yang Belum Terungkap” pasukan elite Belanda Koninklijke Mariniers sampai melakukan perburuan terhadap Kapten Benny Moerdani. Bahkan, dalam salah satu penyergapan di Sungai Kumbai, Benny Moerdani nyaris tewas karena topi rimbanya tertembak. Beruntung, nyawanya masih bisa selamat.

Dalam pertempuran sengit di Sungai Kumbai tersebut, Benny bersama pasukan Naga berhasil memukul mundur pasukan Marinir Belanda. Kehebatan Benny dalam memimpin pasukannya membuat tentara Belanda frustasi. Belanda bahkan sempat mengeluarkan pengumuman bagi siapa pun yang bisa meringkus Kapten Benny akan diberi hadiah 500 gulden. Namun upaya tersebut gagal.

”Yang dipakai Benny adalah strategi kucing. Kalau bertemu ya bertempur. Kalau tidak ya kucing-kucingan. Tujuan kami sebagai umpan supaya Belanda memecah konsentrasi pasukannya yang di Biak dan terbukti berhasil,” kenang Brigjen TNI (Purn) Aloysius Benedictus Mboi yang saat Operasi Naga masih berpangkat Letnan Satu dikutip dari buku “Kopassus untuk Indonesia”

Keberanian Benny Moerdani di medan operasi diakui Jan Willem de Leeuw, tentara Belanda yang pertama kali bertemu di Irian Barat. Jan bercerita tentang betapa beraninya Benny sebagai komandan tentara Indonesia saat itu. ”Selain profesional sebagai tentara, Benny juga sebagai seorang negosiator ulung,” tutur Jan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Mama Sinta Tegaskan...
Mama Sinta Tegaskan ke Jakarta Inisiatif dan Pakai Biaya Sendiri
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Rekomendasi
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
5 Makanan Ini Dapat...
5 Makanan Ini Dapat Memicu Kerusakan pada Gigi dengan Cepat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved