PPI: Ganjar Pranowo dan Anies Sepakat Indonesia Perlu Dukungan Periset

Kamis, 19 Oktober 2023 - 08:59 WIB
loading...
PPI: Ganjar Pranowo...
Capres Ganjar Pranowo saat memaparkan materi dalam acara President Candidates Lecture (PCL). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) menyatakan dua calon Presiden yakni, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan memiliki perhatian sama besar terhadap periset. Hal ini disampaikan Ketua Umum PPI Syahrir Ika seusai acara President Candidate's Lecture (PCL) di Menara Kompas, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Acara ini bertajuk "President Candidate's Lecture: Iptekin untuk Ketahanan Ekonomi dan Demokrasi Indonesia". Dua capres ini memaparkan materi kemudian dipertajam dengan sesi tanya jawab oleh tiga panelis yakni Prof Syahrir, Prof Siti Zuhro, dan Prof Bambang Subianto.

"Mereka (Ganjar dan Anies) ingin supaya periset atau entitas periset itu harus menjadi sentral daripada pembangunan. Jadi ketika mau ambil kebijakan, itu (periset) menjadi sentral," kata Syahrir seusai acara.

"Kalau memanfaatkan potensi para periset ini untuk mengembangkan Iptekin maka strateginya itu adalah penugasan, berarti ada vision yang diturunkan dan budget (anggaran) mengikuti," sambungnya.

Syahrir meyakini, kebijakan anggaran untuk bidang Iptekin tentu akan berubah jika mereka peduli pada dunia riset. Dia memandang, Anies dan Ganjar juga memiliki rasa empati kepada nasib periset di Tanah Air.

"Mereka punya keyakinan kami (periset) berada di samping pemerintah, jadi mereka optimistis bangsa ini bisa maju didampingi para periset, yang banyak ahlinya," ucapnya.

Dalam paparannya, Anies dan Ganjar sama-sama yakin nasib Bangsa Indonesia akan jauh lebih baik jika para periset dioptimalkan.

Selain itu, mereka berjanji melanjutkan berbagai program baik yang sudah dijalankan, misalnya keberanian melawan ancaman terhadap penjegalan ekspor nikel yang menjadi kekayaan Indonesia.

"Nanti akan mereka tawarkan kepada publik saat pemilu, lalu publik dipersilakan untuk menilai dan memberi supporting (dukungan) siapa yang mereka percaya untuk memimpin negeri ini. Intinya mereka memiliki kesiapan sebagai capres dan itu di berbagai bidang, tapi saya lihat mereka punya fokus-fokus, ada yang sama dan ada berbeda sedikit tapi separuh sama, seperti pada tahun 2045 (Indonesia Emas) menjadi target," ujar Syahrir.

Sementara itu Capres yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo mengatakan, jika menjadi Presiden bakal memberikan insentif kepada periset dan pihak swasta.

Baca: Ini Kendaraan Dinas Terakhir Soekarno yang Akan Digunakan Ganjar-Mahfud MD Daftar ke KPU

"Kalau negara ini fokus maka meski ada penegasan yang harus kami lakukan, pemerintah memberikan penugasan riset ditingkatkan, swasta dilibatkan. Kenapa swasta juga tertarik coba kasih insentif kepada mereka, isentif kepada perusahaan, insentif kepada periset atau kami bisa menyelesaikan persoalan itu," ucap Ganjar.

Politisi PDIP berusia 54 tahun itu mengatakan, apabila insentif diberikan maka beberapa fokus hal seperti pangan, digital berbasis kecerdasan buatan dan transisi energi terbarukan dapat diselesaikan.

"Kalau itu diberikan maka yang ada dalam pikiran saya beberapa fokus isu penting itu akan bisa diselesaikan oleh satu titik dan dalam hal tertentu itu mesti betul-betul ada yang mengawasi. Kalau perlu jadi pandangan nasional dan laporannya langsung ke presiden kalau di situ makanya tidak ada yang mengganggu pasti," imbuhnya.

Ganjar pun menyoroti rendahnya jumlah dana riset di Indonesia, di mana hanya naik 0,3 persen atau sebanyak 79.638 orang. Sedangkan, Thailand personelnya sebanyak 189.940 orang dan dana risetnya naik 1,1 persen.

Kemudian, Korea Selatan sebanyak 545,424 personel dan dana risetnya naik 4,81 persen. “Kalau kami melihat Indonesia, Thailand, dan Korsel ternyata butuh digenjot (Indonesia), maka dari itu rasanya hari ini waktunya saya mendengarkan dari periset apa yang mesti kami lakukan lompatan dan membereskan persoalan dengan demografis yang kami miliki,” ujarnya.

Sementara Anies menyebut mesti ada kemauan politik dari pemerintah dengan komitmen fiskal atau meningkatkan alokasi anggaran supaya inovasi dan pilihan riset disesuaikan dengan kebutuhan organisasi penelitian.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Mendiktisaintek Brian...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Bakal Bawa Skandal Riset Palsu ke Jalur Hukum
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Rekomendasi
Kolaborasi Strategis...
Kolaborasi Strategis Pegadaian dan Pupuk Kaltim: Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas
Gubernur Mathius Dukung...
Gubernur Mathius Dukung Roadmap Pengelolaan Kehutanan Berkelanjutan di Papua
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Berita Terkini
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Dasco Undang Serikat...
Dasco Undang Serikat Buruh dan Pemerintah Bahas Ancaman PHK
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
KPK Cecar Maruf Cahyono...
KPK Cecar Ma'ruf Cahyono terkait Penerimaan Uang selama Jabat Sekjen MPR
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Jokowi Pakai Baju dan...
Jokowi Pakai Baju dan Topi Logo PSI Mulai Blusukan ke Lampung
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved