Kemenag Transformasikan Pendidikan dan Pelatihan Internal ke Platform Digital
Selasa, 17 Oktober 2023 - 21:38 WIB
loading...
Kepala Badan Litbang Kemenag Suyitno mengatakan, telah mentrasnformasikan sistem pendidikan dan pelatihan ke platform digital. Foto/Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mentransformasikan model pendidikan dan pelatihan pegawai ke platform digital. Hal ini ditandai dengan digunakannya Massive Open Online Course (MOOC) Pintar, sebuah model diklat menggunakan metode pembelajaran online.
Platform yang sudah mulai digunakan sejak Juli 2022 lalu ini diplot menggantikan sebagian besar peran pelatihan konvensional di Kemenag. Platform ini diperkenalkan secara massif dalam acara Temu Konsultasi Bulan Pintar yang digelar di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Kepala Badan Litbang Kemenag Suyitno mengatakan, pihaknya telah menyiapkan platform diklat berbasis daring ini guna membuka akses seluas-luasnya kepada aparatur Kemenag yang selama ini belum mendapat pelatihan karena keterbatasan slot. "Semua hal akan beralih ke sistem digital, tak terkecuali pendidikan dan pelatihan," katanya.
Baca juga: Launching Madrasah Pandai Berhitung, Menag Targetkan Tiga Juta Guru dan Siswa Ahli Matematika
Transformasi ini bukan hal mudah dilakukan karena masih terdapat paradigma lama yang masih menginginkan dominasi offline. Menurutnya model pelatihan pegawai sudah harus masuk era digital dan itu tidak mungkin terhindarlkan.
Digitalisasi pelatihan di Kemenag dibuat dalam rangka menjawab perubahan zaman dan menjadi bagian dari reformasi birokrasi serta penjaminan mutu aparatur. Suyitno mengakui, era digital telah datang sebelum dekade ini, namun ternyata memerlukan waktu untuk dapat mengadaptasi. "Padahal di dunia pendidikan tempatnya ahli dan ilmuwan, tetapi kurang responsif dengan perkembangan digital," katanya.
Suyitno menegaskan, pola diklat digital akan mengemban tanggung jawab menciptakan aparatur berkompeten. "Dalam hal ini ukurannya adalah global talent, bukan human capital index" tambahnya.
Platform yang sudah mulai digunakan sejak Juli 2022 lalu ini diplot menggantikan sebagian besar peran pelatihan konvensional di Kemenag. Platform ini diperkenalkan secara massif dalam acara Temu Konsultasi Bulan Pintar yang digelar di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Kepala Badan Litbang Kemenag Suyitno mengatakan, pihaknya telah menyiapkan platform diklat berbasis daring ini guna membuka akses seluas-luasnya kepada aparatur Kemenag yang selama ini belum mendapat pelatihan karena keterbatasan slot. "Semua hal akan beralih ke sistem digital, tak terkecuali pendidikan dan pelatihan," katanya.
Baca juga: Launching Madrasah Pandai Berhitung, Menag Targetkan Tiga Juta Guru dan Siswa Ahli Matematika
Transformasi ini bukan hal mudah dilakukan karena masih terdapat paradigma lama yang masih menginginkan dominasi offline. Menurutnya model pelatihan pegawai sudah harus masuk era digital dan itu tidak mungkin terhindarlkan.
Digitalisasi pelatihan di Kemenag dibuat dalam rangka menjawab perubahan zaman dan menjadi bagian dari reformasi birokrasi serta penjaminan mutu aparatur. Suyitno mengakui, era digital telah datang sebelum dekade ini, namun ternyata memerlukan waktu untuk dapat mengadaptasi. "Padahal di dunia pendidikan tempatnya ahli dan ilmuwan, tetapi kurang responsif dengan perkembangan digital," katanya.
Suyitno menegaskan, pola diklat digital akan mengemban tanggung jawab menciptakan aparatur berkompeten. "Dalam hal ini ukurannya adalah global talent, bukan human capital index" tambahnya.
Lihat Juga :