BMKG Ingatkan Ancaman Serius Krisis Air Bersih
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 07:21 WIB
loading...
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan ancaman nyata krisis air. Bahkan, dia juga menyebut tidak semua negara di dunia memiliki akses air bersih. Foto/Putra Ramadhani
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan ancaman nyata krisis air . Bahkan, dia juga menyebut bahwa tidak semua negara di dunia memiliki akses terhadap air bersih .
“Krisis air menjadi ancaman serius sekaligus nyata dan harus jadi perhatian seluruh negara,” ungkap Dwikorita dalam sambutannya pada World Water Forum ke-10 di Bali, dikutip Jumat (13/10/2023).
Oleh karena itu, Dwikorita yang juga merupakan anggota Dewan Eksekutif World Meteorological Organization (WMO) mendorong negara-negara di dunia untuk melakukan pemerataan sumber daya air yang berkeadilan.
"Salah satu penyebab utama krisis air adalah terus meningkatnya emisi gas rumah kaca yang berdampak pada peningkatan laju kenaikan suhu udara, mengakibatkan proses pemanasan global terus berlanjut, dan berdampak pada fenomena perubahan iklim yang dapat memicu krisis air, krisis pangan dan bahkan krisis energi, serta meningkatnya frekuensi, intensitas dan durasi kejadian bencana hidrometeorologi," kata Dwikorita.
Baca juga: Partai Perindo Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih ke Daerah Krisis Air di Sambirejo Semarang
Dwikorita menyampaikan, selain perubahan iklim, tantangan lain yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan air adalah ekstraksi air tanah yang menyebabkan penurunan muka air tanah, yang akhirnya dapat berdampak pada penurunan muka tanah.
Selain itu, kata Dwikorita, musim kemarau yang berkepanjangan, tidak meratanya aksesibilitas serta distribusi air bersih dan infrastruktur untuk pengelolaan Sumber Daya Air, juga merupakan tantangan dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan terhadap ketersediaan air.
“Krisis air menjadi ancaman serius sekaligus nyata dan harus jadi perhatian seluruh negara,” ungkap Dwikorita dalam sambutannya pada World Water Forum ke-10 di Bali, dikutip Jumat (13/10/2023).
Oleh karena itu, Dwikorita yang juga merupakan anggota Dewan Eksekutif World Meteorological Organization (WMO) mendorong negara-negara di dunia untuk melakukan pemerataan sumber daya air yang berkeadilan.
"Salah satu penyebab utama krisis air adalah terus meningkatnya emisi gas rumah kaca yang berdampak pada peningkatan laju kenaikan suhu udara, mengakibatkan proses pemanasan global terus berlanjut, dan berdampak pada fenomena perubahan iklim yang dapat memicu krisis air, krisis pangan dan bahkan krisis energi, serta meningkatnya frekuensi, intensitas dan durasi kejadian bencana hidrometeorologi," kata Dwikorita.
Baca juga: Partai Perindo Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih ke Daerah Krisis Air di Sambirejo Semarang
Dwikorita menyampaikan, selain perubahan iklim, tantangan lain yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan air adalah ekstraksi air tanah yang menyebabkan penurunan muka air tanah, yang akhirnya dapat berdampak pada penurunan muka tanah.
Selain itu, kata Dwikorita, musim kemarau yang berkepanjangan, tidak meratanya aksesibilitas serta distribusi air bersih dan infrastruktur untuk pengelolaan Sumber Daya Air, juga merupakan tantangan dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan terhadap ketersediaan air.
Lihat Juga :