Latar Belakang dan Sejarah Pemberontakan DI/TII Beserta Penyelesaiannya
Rabu, 11 Oktober 2023 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Demi mengatasi pemberontakan ini, pemerintah membentuk satuan khusus yang diberi nama Banteng Raider. Satuan inilah yang nantinya masuk dalam satuan Tjakrabirawa.
Kemudian untuk pemberontakan DI/TII di Aceh dilakukan oleh Tengku Muhammad Daud Beureueh. Gerakan ini dilakukan untuk menurunkan status Aceh menjadi Karesidenan.
Untuk menyelesaikan pemberontakan ini, dilakukan perundingan hingga tercapai kesepakatan melalui Kerukunan Rakyat Aceh atas inisiasi dari Kolonel Yasin.
Terdapat pula Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan yang dikepalai oleh Kahar Muzakar. Ini terjadi karena permintaan Kahar untuk memasukkan pasukannya dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat Ditolak.
Penyelesaian pemberontakan tersebut dilakukan dengan cara mengirimkan operasi militer. Pada akhirnya, Kahar berhasil ditembak mati pada Februari 1965, sekaligus menghentikan pemberontakan di wilayah Sulawesi Selatan.
Terakhir, ada pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hajar. Pemberontakan ini diberi nama Kesatuan Rakyat Yang Tertindas (KRYT).
Ketidakpuasan terhadap pemerintahan sehingga masyarakat ingin mendirikan NII masih menjadi pemicu pemberontakan. Demi menghentikannya, pemerintah melakukan operasi militer dan menangkap Ibnu Hajar. Tokoh pemberontak ini akhirnya dieksekusi pada tahun 1963.
Kemudian untuk pemberontakan DI/TII di Aceh dilakukan oleh Tengku Muhammad Daud Beureueh. Gerakan ini dilakukan untuk menurunkan status Aceh menjadi Karesidenan.
Untuk menyelesaikan pemberontakan ini, dilakukan perundingan hingga tercapai kesepakatan melalui Kerukunan Rakyat Aceh atas inisiasi dari Kolonel Yasin.
Terdapat pula Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan yang dikepalai oleh Kahar Muzakar. Ini terjadi karena permintaan Kahar untuk memasukkan pasukannya dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat Ditolak.
Penyelesaian pemberontakan tersebut dilakukan dengan cara mengirimkan operasi militer. Pada akhirnya, Kahar berhasil ditembak mati pada Februari 1965, sekaligus menghentikan pemberontakan di wilayah Sulawesi Selatan.
Terakhir, ada pemberontakan DI/TII di Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Ibnu Hajar. Pemberontakan ini diberi nama Kesatuan Rakyat Yang Tertindas (KRYT).
Ketidakpuasan terhadap pemerintahan sehingga masyarakat ingin mendirikan NII masih menjadi pemicu pemberontakan. Demi menghentikannya, pemerintah melakukan operasi militer dan menangkap Ibnu Hajar. Tokoh pemberontak ini akhirnya dieksekusi pada tahun 1963.
(okt)
Lihat Juga :