Soroti Kasus Guru-Murid di Sumbawa, Partai Perindo Harapkan Penyelesaian secara Kekeluargaan

Selasa, 10 Oktober 2023 - 22:49 WIB
loading...
Soroti Kasus Guru-Murid...
Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Perindo Abdul Khaliq Ahmad turut menyoroti kasus seorang guru di Sumbawa, NTB, yang dipolisikan karena menghukum muridnya yang tidak mau salat. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
BANDUNG - Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Abdul Khaliq Ahmad turut menyoroti kasus seorang guru bernama Akbar Sarosa di Sumbawa , Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dipolisikan karena menghukum muridnya yang tidak mau salat.

Menanggapi hal ini, dia berharap dan meminta kepada orang tua untuk tidak membawa setiap masalah di dunia pendidikan ke ranah hukum. Sebab setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

"Buat para wali murid, orang tua tentu jangan terburu-buru melaporkan kasus-kasus yang terjadi di lembaga pendidikan ke ranah hukum, karena bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Ini adalah ciri khas bangsa Indonesia yang saya kira harus kita pertahankan berdasarkan kearifan lokal," katanya saat dihubungi, Selasa (10/10/2023).

Abdul Khaliq juga meminta para guru di setiap lembaga pendidikan untuk lebih mendalami ilmu keagamaan. Tak hanya itu, Abdul juga meminta aparat penegak hukum (APH) untuk selektif dalam menerima setiap kasus terkait lembaga pendidikan.

Dalam kasus tersebut, Akbar Sarosa dituntut Rp50 juta oleh salah satu wali murid karena tak terima anaknya dihukum.

"Saya lihat kasusnya memang di Sumbawa itu sang guru kan menghukum anak yang tidak salat berjamaah, jadi saya kira lagi-lagi pemahamannya jangan tekstual seperti itu, harus dilihat konteksnya," ucap Abdul.

Baca Juga: Guru di Sumbawa Barat Dituntut Rp50 Juta Hanya Gara-gara Tegur Siswa Tak Salat

Abdul tak memungkiri, jika menasihati anak didik untuk melakukan kebaikan, khususnya menunaikan salat merupakan hal yang penting. Hanya saja, para guru harus bisa melakukannya dengan ajakan yang lembut.

"Penting menasihati anak didik agar segera bisa menunaikan salatnya, tetapi dunia pendidikan juga harus diingatkan dalam hal yang terkait dengan pendidikan agama, khususnya itu para guru tidak semena-mena dan tidak membabi buta memahami ayat atau hadist secara tekstual jadi pahami maknanya," paparnya.

"Seperti hadis Nabi, pukullah pada usia 10 tahun, bukan berarti dipukul secara fisik, kan enggak gitu karena Nabi pernah juga dalam satu waktu melihat anak didiknya melakukan kesalahan, tetapi tidak ditegur saat itu langsung. Jadi tidak serta merta kalau tidak melaksanakan perintah lalu dipukul, jadi saya kira ini maknanya," tambahnya.

Abdul menyadari jika salat merupakan kewajiban setiap umat muslim. Bahkan, perintah salat pun diperintah langsung Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tanpa melalui Malaikat Jibril.

"Yang namanya salat itu penting iya, bahkan Al Quran menyebut kata salat itu lebih dari 83 kali karena betapa yang namanya salat itu sesuatu yang penting dan itu juga secara khusus Nabi mendapatkan perintah itu dengan satu peristiwa yang luar biasa yaitu dengan Isra Miraj. Jadi perintah langsung dari Allah tanpa melalui malaikat Jibril," paparnya.

Di sisi lain, Abdul juga meminta APH harus lebih selektif dalam menerima kasus-kasus pengaduan terkait dengan dunia pendidikan.

"Saya kira sudah saatnya lembaga peradilan harus selektif menerima hal-hal yang terkait dengan pengaduan masyarakat terkait dengan proses interaksi belajar mengajar yang ada di lembaga pendidikan atau sekolah," ungkapnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
Rekomendasi
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Berita Terkini
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved