Menko PMK Muhadjir Effendy Sebut Presiden Minta Belanja Masker Besar-besaran
Selasa, 04 Agustus 2020 - 11:41 WIB
loading...
Masker berbahan kain khas Baduy Workshop Designer Adri Basuki di Bogor, Jawa Barat. Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta kepada jajaran pemerintah agar penanganan pandemi Covid-19 fokus pada penggunaan masker. Jokowi meminta selama dua pekan fokus kampanye memakai masker , untuk memutus penyebaran Covid-19.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, Presiden meminta agar sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan dilakukan satu per satu.
"Khususnya untuk masyarakat awam. Dimulai yang paling esensial yaitu memakai masker," kata Muhadjir saat dihubungi wartawan, Selasa (4/8/2020). (Baca juga: Presiden Jokowi: Dua Minggu Ini Kita Fokus Kampanye Pakai Masker ).
Selain melalui penyadaran dan edukasi, lanjut Muhadjir, juga harus berupa tindakan, yaitu gerakan bagi-bagi masker. Dalam hal ini, Presiden meminta kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah agar belanja masker besar-besaran. (Baca juga: Pemprov DKI Bagikan 20 Juta Masker Gratis kepada Warga ).
"Untuk gerakan tersebut, presiden meminta agar organisasi ibu-ibu terutama PKK, dilibatkan," ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, Presiden meminta agar sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan dilakukan satu per satu.
"Khususnya untuk masyarakat awam. Dimulai yang paling esensial yaitu memakai masker," kata Muhadjir saat dihubungi wartawan, Selasa (4/8/2020). (Baca juga: Presiden Jokowi: Dua Minggu Ini Kita Fokus Kampanye Pakai Masker ).
Selain melalui penyadaran dan edukasi, lanjut Muhadjir, juga harus berupa tindakan, yaitu gerakan bagi-bagi masker. Dalam hal ini, Presiden meminta kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah agar belanja masker besar-besaran. (Baca juga: Pemprov DKI Bagikan 20 Juta Masker Gratis kepada Warga ).
"Untuk gerakan tersebut, presiden meminta agar organisasi ibu-ibu terutama PKK, dilibatkan," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :