Kunjungi KDEI di Taiwan, Kepala BP2MI Ajak Pekerja Migran Indonesia Jaga Persatuan

Senin, 25 September 2023 - 17:51 WIB
loading...
Kunjungi KDEI di Taiwan,...
Kepala BP2MI Benny Rhamdani melakukan kunjungan ke Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani melakukan kunjungan ke Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan di Ruiguang Road, Neihu District, Taipei. Dalam kunjungannya, Benny Rhamdani meminta Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjaga persatuan.

Kedatangan Benny Rhamdani berserta rombongan disambut langsung Wakil Kepala KDEI beserta seluruh jajarannya. Mereka kemudian berdiskusi mengenai permasalah masalah pekerja migran.

“Berdasarkan data World Bank 2017, terdapat sembilan juta Pekerja Migran Indonesia yang berada di luar negeri, tapi hanya 3,7 juta yang tercatat prosedural. Berarti sisanya ilegal dan mungkin mereka adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Karena itu, pemberantasan sindikat saya jadikan prioritas," ungkap Benny di ruang rapat KDEI, Senin (25/9/2023).

Baca juga: Sambangi Taiwan, Kepala BP2MI Bakal Gandeng Kemlu Selesaikan Masalah Hukum PMI ABK

Benny mengaku, telah berkali-kali memimpin langsung penggerebekan yang dilakukan oleh BP2MI bekerja sama dengan Polri. “Ini kejahatan besar dan akar dari masalah yang menimpa pekerja migran kita," jelasnya.

Menurut Benny, fokus Taiwan yaitu banyaknya kasus overcharging. Setiap pekerja migran harus mengeluarkan biaya sekitar Rp70-80 juta. Padahal negara sudah menetapkan struktur biaya (cost structure). Misalnya, untuk pekerja rumah tangga biayanya sebesar Rp24 juta. Karenanya, Benny menganggap masalah ini merupakan kejahatan yang harus dihadapi bersama. Termasuk kepada KDEI agar permasalahan ini agar segera diatasi.

Pada kesempatan yang sama, Benny bertemu dengan para pimpinan perguruan silat yang ada di Taiwan untuk berdialog dan memperkenalkan organisasi atau perguruannya.

Baca juga: Kepala BP2MI Sebut Kejahatan TPPO Bertentangan dengan UUD 45

“Saya hanya ingin bersilaturahmi untuk lebih mengenal para pekerja migran dan masalah-masalahnya. Apa, sih, yang dibutuhkan. Kami, butuh organisasi-organisasi seperti ini di luar negeri untuk menyosialisasikan secara terus menerus langkah-langkah perbaikan untuk pekerja migran Indonesia.

Terkait pertikaian yang terjadi sebelumnya, Benny meminta agar perguruan dapat ambil hikmah dan belajar dari kejadian yang sudah terjadi.

“Semangat menjaga ukhuwah dan persatuan di antara pekerja migran dan semangat persatuan harus terus diperkuat. Masalah yang terjadi diselesaikan secara hukum. Terima kasih atas kebesaran jiwa, sehingga ini tidak terjadi lagi. Wajah Indonesia di mata luar adalah wajah para pekerja migrannya," kata Benny.

Benny meminta para organisasi yang ada di luar negeri dapat bekerja sama dan kolaborasi dalam penanganan permasalahan Pekerja Migran Indonesia. “Negara sedang sangat serius memperhatikan pekerja migran. Mohon dibantu. Jika ada masalah di lapangan bisa terus komunikasi pada KDEI atau langsung ke saya," tuturnya

Wakil Kepala KDEI Taiwan, Zulmartinof, berpesan untuk saling menjaga persatuan dan persaudaraan antar perguruan. “Bekerjalah secara profesional. Taiwan tak melarang kita membuat apa pun selama itu baik. Taiwan memberi kebebasan untuk para Pekerja Migran Indonesia. Saya minta bekerja dengan baik dan jaga persatuan dan persaudaraan kita," paparnya.

Dalam kunjungannya di Kantor KDEI, Kepala BP2MI meninjau tempat pelayanan, memberikan sosialisasi, dan dialog di hadapan 200 Pekerja Migran Indonesia. Selesai mengunjungi Kantor KDEI pukul 16.00 waktu Taipei, Benny Rhamdani kemudian bertolak ke Taiwan Main Station untuk bertemu dengan para pekerja migran Indonesia di sana.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Komisi XIII DPR Dorong...
Komisi XIII DPR Dorong Penguatan Regulasi dan Koordinasi Penanganan TPPO
Modus TPPO Semakin Kompleks,...
Modus TPPO Semakin Kompleks, Pengawasan Internal Harus Diperkuat dan Transparan
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Rekomendasi
AEF/MANTENA Cup Jadi...
AEF/MANTENA Cup Jadi Ajang Persiapan Atlet Berkuda Indonesia Menuju Asian Games 2026
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved