Berangkatkan 2.000 Peserta Magang ke Jepang, Pemerintah Terus Tingkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia
Kamis, 21 September 2023 - 18:18 WIB
loading...
Pemerintah Indonesia jalin berbagai kerja sama bilateral dalam menyediakan fasilitas pemagangan, salah satunya Jepang. (Foto: dok Golkar)
A
A
A
JAKARTA - Berbekal keunggulan jumlah penduduk usia produktif yang tinggi, Indonesia terus mendorong pemanfaatan bonus demografi secara optimal melalui peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut data BPS pada Februari 2023 sebanyak 211,59 juta penduduk berada pada usia kerja dan 146,62 juta orang diantaranya merupakan angkatan kerja. Di samping itu, Indonesia juga mengalami penurunan tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2023 yang semula 5,83% menjadi 5,45%.
Sebagai salah satu upaya strategis dalam mendorong peningkatan kompetensi angkatan kerja, Pemerintah menjalin berbagai kerja sama bilateral dalam menyediakan fasilitas pemagangan. Melalui kegiatan pemagangan tersebut diharapkan dapat menciptakan lulusan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri, serta mampu bersaing di tingkat global.
“Pemagangan menjadi andalan bagi Indonesia untuk peningkatan kompetensi, karena pemuda-pemudi yang magang akan belajar di industri masing-masing, tentunya dengan standar dunia, apalagi Jepang yang produknya kebanyakan di ekspor ke mancanegara dan mempunyai standar tinggi,”ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melepas 2.000 Peserta Magang ke Jepang pada Kamis (21/9/2023).
![Berangkatkan 2.000 Peserta Magang ke Jepang, Pemerintah Terus Tingkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia]()
Lebih lanjut, Menko Airlangga menyebutkan bahwa Program Pemagangan Luar Negeri tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua negara. Melalui program tersebut, peserta mampu memahami praktik kerja terbaik yang telah diterapkan di negara maju. Bagi negara tujuan pemagangan manfaat yang didapatkan berupa ketersediaan tenaga kerja yang kompeten untuk mendorong produktivitas perekonomiannya.
Dalam RPJMN 2020-2024, Pemerintah juga telah menargetkan lebih dari 20 ribu orang mengikuti program pemagangan luar negeri. Hingga Juni 2023, jumlah peserta magang yang telah terealisasi sebanyak 15.031 peserta, dengan jumlah peserta pemagangan aktif di Jepang sebesar 39 ribu orang.
Dari jumlah tersebut, lebih dari delapan ribu alumni telah mendirikan usaha mandiri, mulai dari
skala kecil hingga menengah. Pemerintah juga terus memberikan dukungan bagi kewirausahaan, salah satunya dengan menyediakan akses pembiayaan yang mudah dan murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Sebagai salah satu upaya strategis dalam mendorong peningkatan kompetensi angkatan kerja, Pemerintah menjalin berbagai kerja sama bilateral dalam menyediakan fasilitas pemagangan. Melalui kegiatan pemagangan tersebut diharapkan dapat menciptakan lulusan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri, serta mampu bersaing di tingkat global.
“Pemagangan menjadi andalan bagi Indonesia untuk peningkatan kompetensi, karena pemuda-pemudi yang magang akan belajar di industri masing-masing, tentunya dengan standar dunia, apalagi Jepang yang produknya kebanyakan di ekspor ke mancanegara dan mempunyai standar tinggi,”ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melepas 2.000 Peserta Magang ke Jepang pada Kamis (21/9/2023).

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyebutkan bahwa Program Pemagangan Luar Negeri tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua negara. Melalui program tersebut, peserta mampu memahami praktik kerja terbaik yang telah diterapkan di negara maju. Bagi negara tujuan pemagangan manfaat yang didapatkan berupa ketersediaan tenaga kerja yang kompeten untuk mendorong produktivitas perekonomiannya.
Dalam RPJMN 2020-2024, Pemerintah juga telah menargetkan lebih dari 20 ribu orang mengikuti program pemagangan luar negeri. Hingga Juni 2023, jumlah peserta magang yang telah terealisasi sebanyak 15.031 peserta, dengan jumlah peserta pemagangan aktif di Jepang sebesar 39 ribu orang.
Dari jumlah tersebut, lebih dari delapan ribu alumni telah mendirikan usaha mandiri, mulai dari
skala kecil hingga menengah. Pemerintah juga terus memberikan dukungan bagi kewirausahaan, salah satunya dengan menyediakan akses pembiayaan yang mudah dan murah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Lihat Juga :