Masalah Rempang, Ganjar Bicara Mitigasi untuk Hindari Konflik Agraria

Senin, 18 September 2023 - 12:07 WIB
loading...
Masalah Rempang, Ganjar...
Bacapres yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo menilai, konflik agraria seperti di Rempang, bisa dihindari bila adanya mitigasi dari Pemerintah. Foto/Felldy Utama
A A A
DEPOK - Bakal Calon Presiden (Bacapres) yang didukung Partai Perindo, Ganjar Pranowo menilai, konflik agraria seperti di Pulau Rempang , bisa dihindari bila adanya mitigasi dari Pemerintah. Hal ini disampaikan Ganjar dalam Kuliah Kebangsaan FISIP UI bertajuk "Hendak ke Mana Indonesia Kita?" di Gedung Balai Serbaguna Purnomo Prawiro, UI, Depok, Senin (18/9/2023).

Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat menjawab pertanyaan dari seorang panelis yang merupakan mahasiswi UI, Della Azzahra. Dalam pertanyaannya, menyinggung data Konsorsiuam Pembaruan Agraria (KPA), terkait naiknya jumlah kasus konflik agraria pada 2022 sebanyak 212 kasus dari 2021 sebesar 2017 kasus.

Merespons itu, Ganjar merasa, jumlah kasus konflik agraria lebih dari yang dicatat oleh KPA. Pasalnya, ia mengaku kerap menangani masalah konflik saat menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng).

"Dugaan saya kasusnya lebih banyak dari itu, bukan 212. Itu yang tercatat, terlapor, ter-cover oleh teman-teman media, dugaan saya lebih dari itu karena saya banyak menangani hal itu, minimal di kampung saya, belum lagi di Indonesia," kata Ganjar.

Baca juga: Tolak Relokasi, Warga Pulau Rempang dan Pulau Galang Blokade Jalan

Lantas Ganjar merasa, munculnya konflik agraria diakibatkan dari tak ada mitigasi yang dibuat. Ia juga merasa, tak ada rasa hormat terhadap hak warga menjadi pemicu konflik agraria.

"Ini pengalaman saya, kenapa konflik itu muncul? Pada saat sebuah pekerja ingin dilaksanakan, satu sangat jarang kita melakukan mitigasi apa yang akan terjadi. Kedua, bagaimana kita penghormatan terhadap hak mereka," tutur Ganjar.

Ganjar pun menceritakan pengalamannya saat menangani proyek jalan tol yang hendak dibuat di wilayah Jateng. Saat itu kata Ganjar, proyek jalan tol akan dibangun melewati perkampungan warga. Ia pun meminta agar proyek tersebut tidak melintasi pemukiman.

"Saya bilang, apakah anda tidak memitigasi, bahwa kalau dibuat lurus jaraknya lebih pendek, tetapi itu akan memotong sekian kampung dan rumah. Anda sudah analisis konfliknya seperti apa? 'Pak ganjar punya usulan?' Punya, bagaimana kalau kemudian kita berputar jalannya melalui ruang yang lebih kosong," jelas Ganjar saat menirukan percakapannya saat itu.

Atas dasar itu, Ganjar berdebat dengan pihak terkait termasuk menteri, agar pembangunan jalan tol tidak melintasi pemukiman. Hingga akhirnya, proyek tersebut tak melintasi pemukiman warga, melainkan melingkar melewati laut.

Lantas, Ganjar pun menyinggung konflik agraria sepetti di Rempang, Kepulauan Riau. Menurutnya, masalah itu tak akan terjadi bila ada mitigasi yang dilakukan.

"Kalau itu kemudian tanah akan diberikan katakan kalau sekarang yang ramai di Rempang ya, ramai sekali. Bagaimana sih caranya? Itu tanahnya siapa Ini tanahnya enggak ada sertifikatnya, heh gimana sertifikatnya sudah beres (atau) belum. Program sertifikasi kan baru jalan pada pemerintahan ini saja. Mitigasi itulah yang kemudian penting utk mencegah," terang Ganjar.

Atas dasar itu, Ganjar pun mendorong kepada sejumlah menteri seperti Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Perdagangan hingga investasi dapat merekrut karyawan tak berlatar pendidikan insinyur belaka.

"Tolonglah antropolog, tolonglah sosiolog, tolonglah psikolog, agar kemudian dia bisa tahu menjelaskan, jelaskan dulu, kadang pemerintah tidak mau. Capek menjelaskan, sudahlah pakai UU pengadaan tanah saja. Begitu enggak mau, hukum berjalan. Ketika hukum berjalan, tampilannya adalah kekerasan," tutup Ganjar.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Pemilu 2029 Masih Jauh,...
Pemilu 2029 Masih Jauh, PDIP: Jangan Setiap Hari Bicara Elektoral
Ganjar Ungkap Agenda...
Ganjar Ungkap Agenda Rakernas I PDIP di Ancol, Sistem Pilkada hingga Keluhan Masyarakat
Bupati Ponorogo Sugiri...
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Kena OTT KPK, Ini Respons PDIP
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Kementrans Perkuat Sinergi...
Kementrans Perkuat Sinergi Indonesia-Qatar untuk Pembangunan Sarana Pendidikan Terpadu di Rempang
Investasi Hijau di Puncak...
Investasi Hijau di Puncak Bogor, Transformasi Konflik Agraria Menjadi Ekowisata Bermakna
Rekomendasi
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved