Isi Butir Pancasila Sila 1, 2, 3, 4, 5 Beserta Penjelasannya
Jum'at, 15 September 2023 - 10:20 WIB
loading...
Isi butir Pancasila sila mengandung nilai-nilai dan makna penting dalam kehidupan sehari-hari. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Isi butir Pancasila sila ke 1, 2, 3, 4, 5 mengandung nilai-nilai dan makna penting dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila merupakan ideologi dasar negara Indonesia yang menjadi landasan pembangunan dan penyelenggaraan negara.
Butir-butir pelaksanaan Pancasila pertama kali diatur dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978, yang merupakan masa pemerintahan Orde Baru.
Namun, setelah jatuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998 dan Indonesia memasuki era reformasi, butir-butir pelaksanaan Pancasila direvisi kembali sesuai dengan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003.
Baca Juga 10 Contoh Perilaku Sesuai Sila ke-2 Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat
Berikut isi butir Pancasila Sila 1, 2, 3, 4, dan 5 beserta penjelasannya.
- Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaanya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Masyarakat Indonesia percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Mengembangkan sikap hormat saling menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragamas serta kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Agama dan juga kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi seorang manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
- Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
- Mengembangkan sikap saling menghormati terhadap kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing
- Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
- Mengakui dan memperlakukan sesama manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
- Mengakui persamaan derajat, persamaan hak serta kewajiban hak asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan antar suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, bentuk fisik, warna kulit dan sebagainya.
- Mengembangkan sikap saling mencintai antara sesama manusia.
- Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
- Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap manusia lain.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
- Senang melakukan kegiatan kemanusiaan.
- Berani dalam membela suatu kebenaran dan keadilan.
- Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia di dunia.
- Mengembangkan sikap hormat saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Butir-butir pelaksanaan Pancasila pertama kali diatur dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978, yang merupakan masa pemerintahan Orde Baru.
Namun, setelah jatuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998 dan Indonesia memasuki era reformasi, butir-butir pelaksanaan Pancasila direvisi kembali sesuai dengan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003.
Baca Juga 10 Contoh Perilaku Sesuai Sila ke-2 Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat
Berikut isi butir Pancasila Sila 1, 2, 3, 4, dan 5 beserta penjelasannya.
Isi Butir Pancasila Sila 1, 2, 3, 4, 5
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
- Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaanya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Masyarakat Indonesia percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Mengembangkan sikap hormat saling menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragamas serta kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
- Agama dan juga kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi seorang manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
- Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
- Mengembangkan sikap saling menghormati terhadap kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing masing
- Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
- Mengakui dan memperlakukan sesama manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.
- Mengakui persamaan derajat, persamaan hak serta kewajiban hak asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan antar suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, bentuk fisik, warna kulit dan sebagainya.
- Mengembangkan sikap saling mencintai antara sesama manusia.
- Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
- Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap manusia lain.
- Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
- Senang melakukan kegiatan kemanusiaan.
- Berani dalam membela suatu kebenaran dan keadilan.
- Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia di dunia.
- Mengembangkan sikap hormat saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.
Lihat Juga :