Kisah Heroik Luhut Pandjaitan dan Pasukannya saat Dihujani Peluru Pasukan Tropas di Timor Timur
Jum'at, 15 September 2023 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Setelah mendekat Aileu, Kompi A melakukan gerakan di malam hari, karena ketika siang sampai sore hari tembakan musuh cukup gencar. Waktu itu, Lettu Inf Luhut belum mengetahui situasi medan kala menggantikan Kompi B yang sebelumnya terkepung selama tiga hari di tempat yang sama.
Pada saat memberikan perintah dalam gelap, posisi Koptu Hermintoyo ada di bawahnya. Ketika tembakan lawan semakin gencar, Luhut mencoba tiarap. Namun, secara tidak sadar dia mendorong radio PRC dan Koptu Hermintoyo hingga terjatuh ke jurang yang cukup dalam.
Selama setengah hari, Koptu Hermintoyo belum berani naik ke atas karena tembakan masih terus terdengar. Di dalam jurang, ternyata ia bertemu dua rekannya yang juga jatuh ke jurang karena menghindar dari tembakan lawan.
Luhut pada akhirnya memerintahkannya untuk tetap berada di jurang sampai matahari terbenam. Setelahnya, pasukan Kompi A terus melakukan pergerakan di malam hari sampai akhirnya menemukan musuh di jarak dekat.
Menjelang pagi hari, serangan mulai dilakukan. Bersama tembakan roket dan diikuti rentetan senjata lain, kedudukan musuh berantakan. Pada 27 Desember, grup Parako mencapai Besilau dan diperintahkan menuju Aileu melalui jalur sebelah timur dari poros utama. Dua hari berselang atau 29 Desember, Aileu akhirnya berhasil diduduki.
Pada saat memberikan perintah dalam gelap, posisi Koptu Hermintoyo ada di bawahnya. Ketika tembakan lawan semakin gencar, Luhut mencoba tiarap. Namun, secara tidak sadar dia mendorong radio PRC dan Koptu Hermintoyo hingga terjatuh ke jurang yang cukup dalam.
Selama setengah hari, Koptu Hermintoyo belum berani naik ke atas karena tembakan masih terus terdengar. Di dalam jurang, ternyata ia bertemu dua rekannya yang juga jatuh ke jurang karena menghindar dari tembakan lawan.
Luhut pada akhirnya memerintahkannya untuk tetap berada di jurang sampai matahari terbenam. Setelahnya, pasukan Kompi A terus melakukan pergerakan di malam hari sampai akhirnya menemukan musuh di jarak dekat.
Menjelang pagi hari, serangan mulai dilakukan. Bersama tembakan roket dan diikuti rentetan senjata lain, kedudukan musuh berantakan. Pada 27 Desember, grup Parako mencapai Besilau dan diperintahkan menuju Aileu melalui jalur sebelah timur dari poros utama. Dua hari berselang atau 29 Desember, Aileu akhirnya berhasil diduduki.
(okt)
Lihat Juga :