Ike Julies Tiati Perindo Tegaskan Kawin Tangkap di Sumba NTT Langgar HAM

Selasa, 12 September 2023 - 19:08 WIB
loading...
Ike Julies Tiati Perindo...
Juru Bicara Nasional Partai Perindo Ike Julies Tiati atau dikenal Ike Suharjo turut prihatin dan mengutuk praktik kawin tangkap atau kawin paksa di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Nasional Partai Perindo Ike Julies Tiati atau dikenal Ike Suharjo turut prihatin dan mengutuk praktik kawin tangkap atau kawin paksa di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia menegaskan praktik kawin tangkap melanggar hak asasi manusia (HAM).

"Tradisi kawin tangkap di era sekarang sudah sangat tidak relevan. Selain itu, tradisi ini sangat sarat dengan kekerasan. Tradisi kawin tangkap juga telah melanggar kebebasan seseorang, hukum, dan HAM baik sebagai manusia maupun perempuan," kata Ike kepada wartawan, Selasa (12/9/2023).

"Oleh karena itu, Partai Perindo berharap kasus kawin tangkap ini tidak boleh terjadi lagi dengan alasan apa pun," sambung wanita yang juga merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Sumatera Selatan II (Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Prabumulih, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, Lahat, dan Empat Lawang) itu.

Baca juga: Komnas Perempuan Tegaskan Kawin Tangkap Dilarang UU TPKS



Ike meminta pemerintah bersama tokoh masyarakat untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat yang tinggal di kampung -kampung, hingga daerah terpelosok bahwa tradisi kawin tangkap dan atau sejenisnya sudah tidak relevan lagi dan juga melanggar HAM.

"Karena, masyarakat di daerah banyak yang masih berpegang pada adat istiadat/tradisi/budaya, sehingga sosialisasi dan edukasi kepada mereka perlu melibatkan tokoh masyarakat setempat dengan cara-cara yang persuasif," ujarnya.

Selain itu, Partai Perindo juga mengimbau dan meminta agar adat istiadat atau tradisi yang berpotensi melanggar hak perempuan atau bahkan sampai merendahkan martabat perempuan, seperti tradisi kawin tangkap untuk dihapuskan dan tidak boleh terjadi lagi di kemudian hari.

"Karena, selain merendahkan martabat perempuan, tradisi ini juga dapat memberikan trauma kepada perempuan itu sendiri. Apalagi jika perempuan yang menjadi korban masih berusia remaja," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, baru-baru ini viral di media sosial aksi kawin tangkap yakni seorang remaja ditangkap oleh beberapa orang dan langsung dibawa oleh mobil pikap.

Setelah video aksi kawin tangkap viral di media sosial, pihak kepolisian telah menangkap dan menetapkan 4 orang sebagai tersangka.

Menyikapi kasus ini, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) menegaskan kawin tangkap merupakan perbuatan yang melanggar hukum. Sehingga, tradisi kawin tangkap ini tidak boleh terulang kembali dengan alasan apa pun.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Tama Langkun Dukung...
Tama Langkun Dukung Penegakan Hukum di BGN, Minta MBG Tetap Fokus untuk Rakyat
Sri Gusni: Pergantian...
Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Rekomendasi
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved