Ini Strategi Pemprov Jateng Turunkan Harga Beras dan Tekan Inflasi
Senin, 11 September 2023 - 16:37 WIB
loading...
(Foto: dok Istimewa)
A
A
A
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan sejumlah upaya strategis untuk menekan inflasi, seiring naiknya harga beras. Selain Operasi Pasar, ada Gerakan Pangan Murah, Fasilitasi Distribusi Pangan hingga Bantuan pangan. Tercatat, hingga Agustus 2023, inflasi tahunan Jateng berada di urutan ketiga terendah se-Pulau Jawa.
Hal ini disampaiakan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, seusai rapat koordinasi Pengendalian Inflasi, Senin (11/9/2023). Meski inflasi di Jateng cukup rendah, namun ia tetap meminta agar kenaikan harga barang dan jasa ditekan, agar masyarakat tidak terbebani.
"Jateng sendiri, kami masih menempati urutan ketiga setelah DKI Jakarta dan Banten. Kita rerata di 3,29 persen (YoY)," tuturnya.
Adapun, inflasi tahunan di DKI Jakarta pada Agustus 2023 adalah 2,93 persen, Banten 2,96 persen, Jawa Tengah 3,29 persen, Jawa Barat 3,47 persen, DI Yogyakarta 4,08 persen dan Jawa Timur 4,13 persen.
Nana mengatakan, adanya peningkatan harga beras dan bawang putih. Oleh karena itu, pihaknya menempuh sejumlah langkah. Di antaranya operasi pasar dan gerakan pangan murah (GPM).
Hal ini disampaiakan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, seusai rapat koordinasi Pengendalian Inflasi, Senin (11/9/2023). Meski inflasi di Jateng cukup rendah, namun ia tetap meminta agar kenaikan harga barang dan jasa ditekan, agar masyarakat tidak terbebani.
"Jateng sendiri, kami masih menempati urutan ketiga setelah DKI Jakarta dan Banten. Kita rerata di 3,29 persen (YoY)," tuturnya.
Adapun, inflasi tahunan di DKI Jakarta pada Agustus 2023 adalah 2,93 persen, Banten 2,96 persen, Jawa Tengah 3,29 persen, Jawa Barat 3,47 persen, DI Yogyakarta 4,08 persen dan Jawa Timur 4,13 persen.
Nana mengatakan, adanya peningkatan harga beras dan bawang putih. Oleh karena itu, pihaknya menempuh sejumlah langkah. Di antaranya operasi pasar dan gerakan pangan murah (GPM).
Lihat Juga :