BRIN Ungkap Kenaikan Suhu Mempengaruhi Polusi Udara Jakarta
Senin, 11 September 2023 - 12:46 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, PM 2.5 merupakan partikel udara yang berukuran sangat kecil, bahkan lebih kecil dari 2.5 mikron (mikrometer). PM 2.5 sangat berbahaya untuk kesehatan, dan banyak masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Peningkatan PM 2.5, lanjut Laras, dapat mengurangi radiasi matahari yang mencapai daratan, dengan menyebarkan lebih banyak radiasi kembali ke angkasa. "Tetapi juga dapat mengurangi fluks gelombang panjang permukaan dan fluks panas laten, yang dapat meningkatkan Land Surface Temperature (LST)," katanya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan di beberapa daerah Jakarta pada Juni-Juli-Agustus 2011-2023, menghasilkan sebuah analisis spasial bahwa 2011-2014, persebaran konsentrasi PM 2.5 mengalami penurunan ke arah timur hingga utara Jakarta.
Baca juga: BNPB Semprotkan 22.500 Liter Air di Langit Jakarta Kurangi Polusi Udara selama KTT ASEAN
"Pada 2015, terjadi peningkatan konsentrasi PM 2.5 di daerah pusat, dan 2018 peningkatan tersebut cenderung berada di daerah pusat hingga barat Jakarta," katanya.
Peningkatan PM 2.5, lanjut Laras, dapat mengurangi radiasi matahari yang mencapai daratan, dengan menyebarkan lebih banyak radiasi kembali ke angkasa. "Tetapi juga dapat mengurangi fluks gelombang panjang permukaan dan fluks panas laten, yang dapat meningkatkan Land Surface Temperature (LST)," katanya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan di beberapa daerah Jakarta pada Juni-Juli-Agustus 2011-2023, menghasilkan sebuah analisis spasial bahwa 2011-2014, persebaran konsentrasi PM 2.5 mengalami penurunan ke arah timur hingga utara Jakarta.
Baca juga: BNPB Semprotkan 22.500 Liter Air di Langit Jakarta Kurangi Polusi Udara selama KTT ASEAN
"Pada 2015, terjadi peningkatan konsentrasi PM 2.5 di daerah pusat, dan 2018 peningkatan tersebut cenderung berada di daerah pusat hingga barat Jakarta," katanya.
Lihat Juga :