Fakta-fakta Pasukan Tontaipur Kostrad, Ahli Gunakan Sumpit Beracun dan Sabotase
Senin, 11 September 2023 - 05:31 WIB
loading...
A
A
A
Tahap pertama, mereka menjalani latihan tempur di medan latihan Kostrad di Gunung Sangga Buana, pusat latihan Kostrad di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Tahap II latihan intelijen/Sandha di Pusdik Passus, Kopassus, Batujajar, Bandung. Dalam latihan ini, Kostrad menitikberatkan latihan ini pada intelijen tempur.
Kemudian, Tahap III terdiri dari latihan teknik tempur bawah air di Satuan Pasukan Katak Armada RI Kawasan Barat, di Pondok Dayung dan Pulau Damar, teluk Jakarta Utara. Tahap IV latihan aplikasi latihan berganda di Situ Lembang, Bandung.
Selama mengikuti pelatihan tersebut, para prajurit dibekali latihan tempur di alam terbuka, teknik tempur di bawah air, hingga pertempuran jarak dekat atau perkotaan. Maka prajurit yang tergabung dalam Kompi Taipur menguasai teknik intelijen tempur dan mampu menembus pertahanan musuh secara senyap. Sampai saat ini pelatihan Tontaipur yang diikuti oleh perwira, bintara dan tamtama sebanyak kurang lebih 300 personel telah meluluskan 9 gelombang.
![Fakta-fakta Pasukan Tontaipur Kostrad, Ahli Gunakan Sumpit Beracun dan Sabotase]()
Berbeda dengan satuan lainnya, prajurit Tontaipur memiliki keahlian khusus dalam menggunakan senjata tradisional masyarakat Dayak yakni, sumpit dengan jarum mematikan. Jarum sumpit memiliki racun yang didapat dari getah pepohonan khusus maupun dari bisa ular. Teknik ini masih masuk dalam kurikulum pelatihan Taipur hingga kini.
Kemudian, Tahap III terdiri dari latihan teknik tempur bawah air di Satuan Pasukan Katak Armada RI Kawasan Barat, di Pondok Dayung dan Pulau Damar, teluk Jakarta Utara. Tahap IV latihan aplikasi latihan berganda di Situ Lembang, Bandung.
Selama mengikuti pelatihan tersebut, para prajurit dibekali latihan tempur di alam terbuka, teknik tempur di bawah air, hingga pertempuran jarak dekat atau perkotaan. Maka prajurit yang tergabung dalam Kompi Taipur menguasai teknik intelijen tempur dan mampu menembus pertahanan musuh secara senyap. Sampai saat ini pelatihan Tontaipur yang diikuti oleh perwira, bintara dan tamtama sebanyak kurang lebih 300 personel telah meluluskan 9 gelombang.

3. Ahli Gunakan Sumpit Beracun
Pasukan Tontaipur memiliki kemampuan mengoperasikan senjata baik senapan serbu, pistol, sangkur, sniper dari negara-negara produksi alutsista kelas wahid. Prajurit Tontaipur juga dibekali teknik menjinakan bahan peledak. Termasuk memiliki unit K-9 (anjing pelacak).Berbeda dengan satuan lainnya, prajurit Tontaipur memiliki keahlian khusus dalam menggunakan senjata tradisional masyarakat Dayak yakni, sumpit dengan jarum mematikan. Jarum sumpit memiliki racun yang didapat dari getah pepohonan khusus maupun dari bisa ular. Teknik ini masih masuk dalam kurikulum pelatihan Taipur hingga kini.
Lihat Juga :