Bansos Pangan Disalurkan Bulan Ini, Yerry Tawalujan Perindo: Jokowi Konsisten Perhatikan Rakyat
loading...
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesra Yerry Tawalujan angkat bicara menanggapi langkah Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) yang menyiapkan skema bantuan sosial (Bansos) bahan pangan sebagai cara pengendalian inflasi dan upaya membantu masyarakat. Yerry menyambut positif langkah pemerintahan Presiden Jokowi yang konsisten memperhatikan kesejahteraan rakyat.
"Kami berikan apresiasi yang tinggi terhadap kepedulian Presiden Jokowi yang secara konsisten memperhatikan kesejahteraan rakyat," ujar Yerry kepada wartawan, Senin (4/9/2023).
Meski demikian, Juru Bicara Nasional Partai Perindo -- yang maju sebagai Bacaleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini -- mengingatkan bantuan sosial saja tidak akan sanggup memberantas kemiskinan, jika tidak disertai penyediaan lapangan pekerjaan dan bantuan usaha untuk UMKM.
"Bansos itu diperlukan rakyat, tetapi akan lebih baik lagi jika disertai dengan bantuan usaha untuk UMKM, sebagai salah satu bentuk penciptaan lapangan kerja di bidang informal. Sebab, bansos saja tidak akan mengurangi kemiskinan," ujar Yerry.
Selain itu, Yerry juga mengingatkan pemerintah untuk mengatur betul tata kelola pengadaan dan distribusi bansos tersebut. Ia meminta kejadian seperti saat pandemi tidak terulang lagi.
"Jangan terulang lagi seperti bansos Pandemi Covid-19 yang lalu, di mana ribuan paket beras, telur dan bahan pangan lainnya mubazir dikubur dalam tanah karena berasnya sudah busuk," pungkas Yerry.
Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi menyiapkan skema bantuan sosial (Bansos) bahan pangan sebagai cara pengendalian inflasi dan upaya membantu masyarakat.
Bansos tahap awal akan dibagikan beras kepada 2,1 juta keluarga penerima manfaat, sebanyak 10 kg beras per keluarga yang diterima tiga kali dari bulan September sampai November 2023.
Selain bantuan beras, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga akan menyalurkan bantuan kepada 1,4 juta keluarga rentan stunting di 8 provinsi. Bantuannya berupa 1 kg daging ayam dan 16 butir telur.
Lihat Juga: Daftar Komandan Paspampres Sukses Raih Jenderal Bintang 4, Tiga di Antaranya Perisai Hidup Jokowi
"Kami berikan apresiasi yang tinggi terhadap kepedulian Presiden Jokowi yang secara konsisten memperhatikan kesejahteraan rakyat," ujar Yerry kepada wartawan, Senin (4/9/2023).
Meski demikian, Juru Bicara Nasional Partai Perindo -- yang maju sebagai Bacaleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini -- mengingatkan bantuan sosial saja tidak akan sanggup memberantas kemiskinan, jika tidak disertai penyediaan lapangan pekerjaan dan bantuan usaha untuk UMKM.
Baca Juga
"Bansos itu diperlukan rakyat, tetapi akan lebih baik lagi jika disertai dengan bantuan usaha untuk UMKM, sebagai salah satu bentuk penciptaan lapangan kerja di bidang informal. Sebab, bansos saja tidak akan mengurangi kemiskinan," ujar Yerry.
Selain itu, Yerry juga mengingatkan pemerintah untuk mengatur betul tata kelola pengadaan dan distribusi bansos tersebut. Ia meminta kejadian seperti saat pandemi tidak terulang lagi.
"Jangan terulang lagi seperti bansos Pandemi Covid-19 yang lalu, di mana ribuan paket beras, telur dan bahan pangan lainnya mubazir dikubur dalam tanah karena berasnya sudah busuk," pungkas Yerry.
Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi menyiapkan skema bantuan sosial (Bansos) bahan pangan sebagai cara pengendalian inflasi dan upaya membantu masyarakat.
Bansos tahap awal akan dibagikan beras kepada 2,1 juta keluarga penerima manfaat, sebanyak 10 kg beras per keluarga yang diterima tiga kali dari bulan September sampai November 2023.
Selain bantuan beras, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga akan menyalurkan bantuan kepada 1,4 juta keluarga rentan stunting di 8 provinsi. Bantuannya berupa 1 kg daging ayam dan 16 butir telur.
Lihat Juga: Daftar Komandan Paspampres Sukses Raih Jenderal Bintang 4, Tiga di Antaranya Perisai Hidup Jokowi
(rca)