Rekam Jejak Suara PDIP dari tahun 1999-2019, Pernah Mengalami Penurunan hingga Berhasil Kokoh di Puncak
Jum'at, 01 September 2023 - 09:59 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sejarahnya, PDIP merupakan pecahan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang mengalami konflik internal dan intervensi pemerintah Orde Baru pada tahun 1996. Berbeda dari partai asalnya, PDIP lebih melejit dari pada PDI.
Pada pemilu 1999, PDI-P meraih 33,75% suara sah nasional dan mendapatkan 153 kursi di DPR RI. Partai ini juga berhasil mengusung Abdurrahman Wahid sebagai Presiden dan Megawati sebagai Wakil Presiden.
Namun di tahun berikutnya, yakni 2004, PDIP mengalami penurunan suara menjadi 18,53% suara sah nasional dan memperoleh 109 kursi di DPR RI. Partai ini juga gagal mempertahankan kekuasaan setelah Megawati kalah dalam pemilihan presiden melawan Susilo Bambang Yudhoyono.
Hingga kedua kalinya, PDIP harus menelan kenyataan pahit. Partai ini kembali mengalami penurunan suara menjadi 14,01% suara sah nasional dan mendapatkan 94 kursi di DPR RI.
Akibat dari peristiwa tersebut, PDIP pun kemudian menjadi partai oposisi selama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Akan tetapi, PDIP bisa membuktikan kehebatannya.
Pada pemilu 1999, PDI-P meraih 33,75% suara sah nasional dan mendapatkan 153 kursi di DPR RI. Partai ini juga berhasil mengusung Abdurrahman Wahid sebagai Presiden dan Megawati sebagai Wakil Presiden.
Namun di tahun berikutnya, yakni 2004, PDIP mengalami penurunan suara menjadi 18,53% suara sah nasional dan memperoleh 109 kursi di DPR RI. Partai ini juga gagal mempertahankan kekuasaan setelah Megawati kalah dalam pemilihan presiden melawan Susilo Bambang Yudhoyono.
Hingga kedua kalinya, PDIP harus menelan kenyataan pahit. Partai ini kembali mengalami penurunan suara menjadi 14,01% suara sah nasional dan mendapatkan 94 kursi di DPR RI.
Akibat dari peristiwa tersebut, PDIP pun kemudian menjadi partai oposisi selama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Akan tetapi, PDIP bisa membuktikan kehebatannya.
Lihat Juga :