Gerakan Pemuda Maluku Minta KPK Tindaklanjuti Dugaan Korupsi KMP

Jum'at, 31 Juli 2020 - 02:02 WIB
loading...
Gerakan Pemuda Maluku...
Foto: Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menindaklanjuti laporan mengenai dugaan korupsi anggaran operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Marsela. Dugaan korupsi itu sudah dilaporkan kepada lembaga antirasuah oleh Gerakan Pemuda Pemudi Maluku Barat Daya (GPP-MBD).

"Ya, permintaan hendaknya ditindaklanjuti segera oleh KPK supaya kasusnya terang benderang," ujar Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman dalam keterangannya, Kamis (30/7/2020).

Dia mengatakan, pengusutan perlu dilakukan agar ada kepastian bagi masyarakat Maluku Barat Daya (MBD). Pasalnya, kasus dugaan korupsi itu disebut-sebut melibatkan pejabat wilayah tersebut.

"Dengan begitu, masyarakat khususnya masyarakat MBD percaya bahwa penegakan hukum berjalan tak pandang bulu," ucapnya. (Baca juga: Ketua KPK Klaim Telah Selamatkan Rp79,9 Triliun Uang Negara)

Jajang meminta KPK segera bertindak jika memang anggaran operasional KMP Marsela dikorupsi. "Menuntut pihak-pihak yang harus bertanggungjawab dengan hukuman yang maksimal," katanya.

Diketahui, Ketua Pusat GPP MBD Nus Termas telah melaporkan kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran KMP Marsela ke KPK pada Agustus 2019. Dalam laporannya Nus menyerahkan sejumlah bukti antara lain bukti transfer Rp2 miliar ke rekening pribadi Benyamin Noach.

Kasus dugaan korupsi KMP Marsela juga sudah dilaporkan ke Kejati Maluku tahun 2018. Namun, hingga saat ini penanganan kasus baru naik ke tahap penyidikan dan belum ada satu orang pun yang ditetapkan tersangka.

"Kami menyayangkan kenapa kasus yang ditangani Kejati Maluku ini stagnan, padahal laporan dikuatkan dengan banyak bukti," kata Ketua Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Junisab Akbar. (Baca juga: Kabareskrim Janji Transparan Usut Kasus Djoko Tjandra)

Dia mengatakan, pengakuan mantan anggota DPRD MBD Kim David Markus soal upaya suap untuk menutup kasus korupsi KMP Marsela menjawab ketidakjelasan proses hukum oleh Kejati Maluku. Kim mengaku menerima tawaran untuk menutup kasus korupsi anggaran operasional KMP Marsela.

Untuk membuka jalur dan memuluskan upaya itu, Kim mengaku telah menerima Rp500 juta dari mantan Wakil Wali Kota Ambon. Uang tersebut merupakan pemberian tahap pertama dari tiga tahap yang dijanjikan.

Kim menyebut suap dilakukan eks wali kota itu bersama bawahannya di Maluku Barat Daya (MBD). Atas pengakuannya itu, Kim siap dipenjara dengan pasal turut serta. "Pengakuan (Kim) itu bisa menjadi bukti awal dan karenanya perlu dibongkar oleh penegak hukum," ujar Junisab Akbar yang juga mantan anggota Komisi Hukum DPR RI.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
KPK Periksa 9 Saksi,...
KPK Periksa 9 Saksi, Telusuri Pemberian Uang ke Bupati Gatut Sunu Wibowo
Rekomendasi
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Berita Terkini
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
TB Hasanuddin Kritik...
TB Hasanuddin Kritik Pelibatan Komcad dalam Pengamanan Demo Mahasiswa: Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved