Diduga Agenda Ini yang Membuat Terjadinya Pertemuan Jokowi-SBY

Jum'at, 10 Maret 2017 - 09:26 WIB
Diduga Agenda Ini yang...
Diduga Agenda Ini yang Membuat Terjadinya Pertemuan Jokowi-SBY
A A A
JAKARTA - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ‎akhirnya terjadi. Namun pertemuan itu dianggap masih memantik tanda tanya, karena dilakukan secara mendadak.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno menganggap, pertemuan itu memang sangat dinanti publik, termasuk media massa. Sebab, antara Jokowi dan SBY sebelumnya ‎dianggap memiliki 'gap' politik yang dilihat masyarakat.

Menurutnya, ada tiga pendapat untuk mengukur pertemuan antara Presiden dan mantan Presiden ‎yang terbilang 'kurang' akur tersebut. Pertama, tentunya secara normatif pertemuan SBY dan Jokowi dimanfaatkan untuk bertukar gagasan mengenai kondisi politik dan kebangsaan.

‎"SBY sebagai mantan Presiden memberikan masukan untuk pembangunan Indonesia ke depan pada Presiden," tutur Adi saat dihubungi SINDOnews, Jumat (10/3/2017).

Kemudian yang kedua, pertemuan ini tak bisa disangkal sebagai ajang tabayyun (klarifikasi) antara Jokowi dan SBY. Maklum, belum lama ini tudingan 'negatif' kerap dialamatkan kepada SBY, begitu pun sebaliknya. Meski masalah ini belum diketahui secara persis sumbernya.

"Ketiga, terkait kondisi politik mutakhir. Yakni, soal kasus mega korupsi e-KTP dan putaran kedua pilkada DKI jakarta. Faktor ketiga ini menjadi poin paling penting pertemuan kedua tokoh ini," paparnya.

Adi menilai, tekait pengungkapan kasus e-KTP ini, SBY dinilai memiliki kepentingan untuk menjelaskan kepada Jokowi. Sebab, mega korupsi ini berada saat dirinya berkuasa, yang kemudian menyeret sejumlah nama tenar dari kalangan legislatif dan eksekutif.

Adapun kaitan dengan Pilkada DKI Jakarta, partai Demokrat yang dipimpin SBY dinilai menjadi penentu dukungan politik untuk putaran kedua nanti. Dugaan awal Jokowi diberikan mandat oleh PDIP untuk membuka komunikasi secara langsung dengan SBY untuk memenangkan pasangan Basuki-Djarot di putaran kedua.

"Terutama soal kemungkinan Demokrat bisa bergabung utk memenangkan Ahok di putaran kedua. Apalagi sejauh ini demokrat belum menentukan sikap politiknya untuk putaran kedua," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
SBY Temui Jokowi di...
SBY Temui Jokowi di Istana Merdeka, Bahas Apa?
Proses Penyembuhan,...
Proses Penyembuhan, SBY Ungkap Kondisi Kesehatannya Pascaoperasi
Buku The Mentor Ungkap...
Buku The Mentor Ungkap Sisi Pribadi dan Spiritualitas SBY
Mulai Beraktivitas Lagi,...
Mulai Beraktivitas Lagi, SBY Minta Didoakan agar Pulih Total
SBY Berterima Kasih...
SBY Berterima Kasih kepada Presiden Jokowi hingga Megawati
Survei LSI, Kepuasan...
Survei LSI, Kepuasan Publik terhadap 100 Hari Kinerja Prabowo Lebih Baik dari SBY dan Jokowi
Berita Terkini
AHY Serahkan Penentuan...
AHY Serahkan Penentuan Logo HUT ke-25 Partai Demokrat ke Publik, Ini Alasannya
Menteri LH Jumhur Hidayat...
Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
Nonton Prambanan Jazz...
Nonton Prambanan Jazz Festival Makin Seru, Nikmati Promo dan Kemudahan Transaksi dari BRI!
Kemenhaj Siapkan Manasik...
Kemenhaj Siapkan Manasik Kesehatan untuk Jemaah Haji 2027
Brigjen LMI Jadi Tersangka...
Brigjen LMI Jadi Tersangka Korupsi MBG, Qodari: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu
PDIP Balas PSI yang...
PDIP Balas PSI yang Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah': Jangan Terlalu Sombong!
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved