Kiai Said Aqil Berharap Kasus Ety binti Toyib Jadi Pelajaran TKI
Kamis, 30 Juli 2020 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
Achmad Sudrajat menuturkan, untuk mendapatkan uang sebesar itu, LAZISNU selama tujuh sampai delapan bulan berusaha menemui banyak kalangan. Mulai dari para kiai, santri, pejabat, pengusaha, dan masyarakat umum.
"Komunikasi ini kita bangun dengan berbagai jejaring dan terutama komunitas NU dan lembaga-lembaga yang tertarik kepada program kemanusiaan. Kita mendatangi anggota MPR, Kemenaker untuk menggalang sekuat kemampuan kita untuk jumlah yang ditentukan. Setelah tidak sampai, kita hanya mampu 80 persen, kita serahkan ke pemerintah," ujarnya.
Dia menambahkan, saat itu antusias santri, kiai, dan warga NU sangat tinggi untuk membantu Ety sangat terlihat ketika LAZISNU datang ke pesantren-pesantren di Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Hal itu ditunjukkan dengan menyumbang uang dalam bentuk kontan dan kiriman melalui rekening.
Motivasi mereka bergotong-royong membantu nyawa Ety merupakan bagian dari menjalankan ajaran Islam. Menurut Ajat, di dalam Alquran, misalnya, dinyatakan, menyelamatkan nyawa satu orang sama artinya dengan menyelamatkan seluruh orang.
“NU identik dengan masyarakat kaum bawah. Ketika salah seorang saudaranya tak mampu dengan apa yang dibutuhkan maka kewajiban NU membantunya sebagai bagian dari masyarakat NU. Yang pasti dia (Ety-red) orang desa yang yang mencari peruntungan nasib di Arab Saudi,” tuturnya.
"Komunikasi ini kita bangun dengan berbagai jejaring dan terutama komunitas NU dan lembaga-lembaga yang tertarik kepada program kemanusiaan. Kita mendatangi anggota MPR, Kemenaker untuk menggalang sekuat kemampuan kita untuk jumlah yang ditentukan. Setelah tidak sampai, kita hanya mampu 80 persen, kita serahkan ke pemerintah," ujarnya.
Dia menambahkan, saat itu antusias santri, kiai, dan warga NU sangat tinggi untuk membantu Ety sangat terlihat ketika LAZISNU datang ke pesantren-pesantren di Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Hal itu ditunjukkan dengan menyumbang uang dalam bentuk kontan dan kiriman melalui rekening.
Motivasi mereka bergotong-royong membantu nyawa Ety merupakan bagian dari menjalankan ajaran Islam. Menurut Ajat, di dalam Alquran, misalnya, dinyatakan, menyelamatkan nyawa satu orang sama artinya dengan menyelamatkan seluruh orang.
“NU identik dengan masyarakat kaum bawah. Ketika salah seorang saudaranya tak mampu dengan apa yang dibutuhkan maka kewajiban NU membantunya sebagai bagian dari masyarakat NU. Yang pasti dia (Ety-red) orang desa yang yang mencari peruntungan nasib di Arab Saudi,” tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :