BMKG Warning Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan pada 28-29 Agustus
Senin, 28 Agustus 2023 - 00:30 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Perairan selatan Jawa Barat-P. Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur-NTT, perairan P Sawu-P Rote, Laut Sawu bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Selat Sape bagian selatan, Laut Natuna Utara, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa bagian tengah dan timur, perairan selatan Kalimantan.
Selat Makasar bagian selatan, perairan Kotabaru, Laut Flores, perairan Kep. Wakatobi, perairan Manui - Kendari, perairan selatan Kep Sula, Laut Banda, perairan selatan P Buru-P Seram, perairan Sermata - Kep Babar, perairan Kep Kai-Kep Aru, Laut Arafuru bagian timur dan barat, Laut Seram bagian timur, perairan Kep Sangihe-Kep. Talaud, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan utara dan barat Halmahera, Laut Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera.
"Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2.5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Kep Mentawai-Lampung, perairan, Kep Enggano, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Banten-Jawa Tengah, perairan selatan Kep Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah," tutur BMKG.
Maka itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," jelas BMKG.
Selat Makasar bagian selatan, perairan Kotabaru, Laut Flores, perairan Kep. Wakatobi, perairan Manui - Kendari, perairan selatan Kep Sula, Laut Banda, perairan selatan P Buru-P Seram, perairan Sermata - Kep Babar, perairan Kep Kai-Kep Aru, Laut Arafuru bagian timur dan barat, Laut Seram bagian timur, perairan Kep Sangihe-Kep. Talaud, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan utara dan barat Halmahera, Laut Halmahera, Samudra Pasifik Utara Halmahera.
"Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2.5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Kep Mentawai-Lampung, perairan, Kep Enggano, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Banten-Jawa Tengah, perairan selatan Kep Tanimbar, Laut Arafuru bagian tengah," tutur BMKG.
Maka itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," jelas BMKG.
(maf)
Lihat Juga :