Jenderal Polisi Pecah Bintang 3 Belum Genap Setahun, Nomor 2 Peraih Adhi Makayasa Akpol 1991
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan riwayat kariernya, Putu Jayan Danu Putra pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di Kepolisian. Antara lain Kapolsek Koja, Jakarta Utara (1998), Wadirreskrimum Polda Metro Jaya (2002), Kapolres Kediri Kota (2007), Kapolres Blitar (2008), dan Karo Umum Setmilpres RI (2015).
Setelah lama sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat, Putu Jayan Danu Putra ditunjuk menjadi Kapolda Bali pada 2020. Tiga tahun bertugas di Pulau Dewata, ia ditarik menjadi Pati Baintelkam Polri sebentar sebelum kemudian diangkat menjadi Wakil Kepala BSSN.
![Jenderal Polisi Pecah Bintang 3 Belum Genap Setahun, Nomor 2 Peraih Adhi Makayasa Akpol 1991]()
FOTO/DOK.LEMHANNAS
Komjen Pol Rudy Sufahriadi juga termasuk dalam daftar jenderal polisi pecah bintang 3 belum genap setahun. Jenderal polisi kelahiran Cimahi, 23 Agustus 1965 ini menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sejak 27 Maret 2023.
Rudy Sufahriadi memulai karier di dunia kepolisian sejak lulus Akpol pada 1988. Tugas awalanya adalah Komandan Peleton Brimob Kie 516 Kelapa Dua. Pada 1992, dia tercatat sempat mengemban tugas sebagai Komandan Kompi Brimob Kie 5994 Kelapa Dua.
Hingga 1997, Rudy kembali mendapat jabatan baru. Saat itu dia bertugas sebagai Kepala Unit Reserse Brimob Direktorat Serse Polda Metro Jaya, sebelum akhirnya dipindahkan ke Polda Papua untuk menjadi Komandan Batalyon A Satuan Brimob pada 2000.
Setahun bertugas di Papua, Rudy kembali dipindahtugaskan untuk menjadi Wakil Kepala Satuan Brimob Polda Maluku pada 2001. Jabatannya di satuan Brimob kembali diemban setelah dimutasi untuk menjadi Wakil Kepala Satuan I Gegana Korps Brimob Polri di 2004.
Pada 2005, Rudy sempat mengemban tugas sebagai Kapolres di Poso. Jabatan Rudy sebagai Kapolres kemudian digantikan oleh AKBP Adeni Mohan Daeng Pabali, dan Rudy dimutasi sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 11 Agustus 2010.
Belum genap setahun menjabat sebagai Wadirreskrimum, dia kembali mendapat surat pemindahan tugas. Kala itu Rudy dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Densus 88 Anti-Teror Polda Metro Jaya.
Setelah itu, mulai banyak posisi strategis di Polri yang dijabatnya. Sebut saja Kapolres Metro Jakarta Utara (2009), Pamen Densus 88 Polri (2010), dan Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (2010). Ketika masih berpangkat sebagai Inspektur Jenderal Polisi, Rudy sempat bertugas sebagai Kapolda Sulawesi tengah pada 2016.
Dia juga sempat ditugaskan sebagai Komandan Korps Brimob pada 2018. Pada 2019, Rudy sempat menjabat sebagai Asisten Operasi Kapolri, dan tak lama setelah itu dia mengemban amanat sebagai Kapolda Jawa Barat.
Setahun setelahnya, dia mendapat tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Kemudian menjadi Kapolda Sulawesi Tengah pada 2021, sebelum akhirnya diangkat menjadi Sekretaris Utama Lemhannas pada 27 Maret 2023.
Setelah lama sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat, Putu Jayan Danu Putra ditunjuk menjadi Kapolda Bali pada 2020. Tiga tahun bertugas di Pulau Dewata, ia ditarik menjadi Pati Baintelkam Polri sebentar sebelum kemudian diangkat menjadi Wakil Kepala BSSN.
5. Komjen Pol Rudy Sufahriadi

FOTO/DOK.LEMHANNAS
Komjen Pol Rudy Sufahriadi juga termasuk dalam daftar jenderal polisi pecah bintang 3 belum genap setahun. Jenderal polisi kelahiran Cimahi, 23 Agustus 1965 ini menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sejak 27 Maret 2023.
Rudy Sufahriadi memulai karier di dunia kepolisian sejak lulus Akpol pada 1988. Tugas awalanya adalah Komandan Peleton Brimob Kie 516 Kelapa Dua. Pada 1992, dia tercatat sempat mengemban tugas sebagai Komandan Kompi Brimob Kie 5994 Kelapa Dua.
Hingga 1997, Rudy kembali mendapat jabatan baru. Saat itu dia bertugas sebagai Kepala Unit Reserse Brimob Direktorat Serse Polda Metro Jaya, sebelum akhirnya dipindahkan ke Polda Papua untuk menjadi Komandan Batalyon A Satuan Brimob pada 2000.
Setahun bertugas di Papua, Rudy kembali dipindahtugaskan untuk menjadi Wakil Kepala Satuan Brimob Polda Maluku pada 2001. Jabatannya di satuan Brimob kembali diemban setelah dimutasi untuk menjadi Wakil Kepala Satuan I Gegana Korps Brimob Polri di 2004.
Pada 2005, Rudy sempat mengemban tugas sebagai Kapolres di Poso. Jabatan Rudy sebagai Kapolres kemudian digantikan oleh AKBP Adeni Mohan Daeng Pabali, dan Rudy dimutasi sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 11 Agustus 2010.
Belum genap setahun menjabat sebagai Wadirreskrimum, dia kembali mendapat surat pemindahan tugas. Kala itu Rudy dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Densus 88 Anti-Teror Polda Metro Jaya.
Setelah itu, mulai banyak posisi strategis di Polri yang dijabatnya. Sebut saja Kapolres Metro Jakarta Utara (2009), Pamen Densus 88 Polri (2010), dan Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (2010). Ketika masih berpangkat sebagai Inspektur Jenderal Polisi, Rudy sempat bertugas sebagai Kapolda Sulawesi tengah pada 2016.
Dia juga sempat ditugaskan sebagai Komandan Korps Brimob pada 2018. Pada 2019, Rudy sempat menjabat sebagai Asisten Operasi Kapolri, dan tak lama setelah itu dia mengemban amanat sebagai Kapolda Jawa Barat.
Setahun setelahnya, dia mendapat tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Kemudian menjadi Kapolda Sulawesi Tengah pada 2021, sebelum akhirnya diangkat menjadi Sekretaris Utama Lemhannas pada 27 Maret 2023.
(abd)
Lihat Juga :