Kenapa Kualitas Udara Jakarta, Banten, Jabar, dan Kalbar Tak Sehat? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Jum'at, 18 Agustus 2023 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
Dalam meteorologi, kabut dibedakan menjadi 3, yaitu Fog, Mist, dan Haze. Kabut uap air, kata BMKG merupakan fenomena kabut yang disebabkan oleh titik-titik air (water droplets). “Apabila jarak pandang <1 km maka disebut Fog, dan apabila >1 km maka disebut dengan Mist,” ungkapnya.
BMKG menjelaskan kabut polutan merupakan fenomena kabut yang disebabkan oleh endapan partikel kering di udara atau partikel polutan (bukan merupakan titik-titik air). Partikel tersebut tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun membuat udara tampak keruh (tidak tembus pandang). Fenomena ini disebut dengan Haze.
BMKG mengatakan keberadaan kabut dekat permukaan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca saat itu berupa suhu udara, curah hujan, dan lapisan inversi dekat permukaan. “Kabut polutan umumnya terjadi apabila konsentrasi polutan meningkat dengan kondisi cuaca yang mendukung (musim kemarau, hari tidak hujan cukup lama, adanya lapisan inversi,” jelasnya.
BMKG menjelaskan kabut polutan merupakan fenomena kabut yang disebabkan oleh endapan partikel kering di udara atau partikel polutan (bukan merupakan titik-titik air). Partikel tersebut tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, namun membuat udara tampak keruh (tidak tembus pandang). Fenomena ini disebut dengan Haze.
BMKG mengatakan keberadaan kabut dekat permukaan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca saat itu berupa suhu udara, curah hujan, dan lapisan inversi dekat permukaan. “Kabut polutan umumnya terjadi apabila konsentrasi polutan meningkat dengan kondisi cuaca yang mendukung (musim kemarau, hari tidak hujan cukup lama, adanya lapisan inversi,” jelasnya.
(rca)
Lihat Juga :