Di Sidang Tahunan MPR, Jokowi: Saya Bukan Lurah, Saya Presiden
Rabu, 16 Agustus 2023 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
Jokowi kemudian membahas terkait foto dirinya yang banyak terpampang di berbagai baliho dan spanduk di kota/kabupaten hingga desa-desa.
"Ini sudah menjadi nasib Presiden dijadikan tameng, alibi, dan bahkan sebelum kampanye mulai, foto Saya ada di mana-mana. Ke kota A, kita B, kabupaten C, sampai ke desa-desa ada foto Saya. Bukan foto Saya sendirian, ada di sebelahnya bareng capres, menurut saya enggak apa-apa boleh-boleh saja," tutur Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan posisi menjadi seorang Presiden itu tidak semudah seperti yang dipikirkan publik. "Dengan kehadiran medsos, apapun bisa disampaikan kepada Presiden. Dari aspirasi masyarakat kecil, ada yang mengatakan saya bodoh, plonga-plongo, tolol, saya tidak apa-apa. Yang membuat saya sedih, budaya santun, Budi pekerti luhur bangsa ini mulai hilang," kata Jokowi.
Kebebasan dan demokrasi disebut Presiden Jokowi digunakan untuk melakukan fitnah. Polusi di wilayah budaya ini kata Jokowi amat sangat melukai budi pekerti bangsa Indonesia.
"Memang tidak semua seperti itu. Mayoritas masyarakat luas kecewa dengan maki-maki, kita harus bersatu menjaga mentalitas dan moralitas masyarakat sehingga dapat membuat Indonesia maju menuju Indonesia emas," pungkas Jokowi. [Carlos Roy Fajarta]
"Ini sudah menjadi nasib Presiden dijadikan tameng, alibi, dan bahkan sebelum kampanye mulai, foto Saya ada di mana-mana. Ke kota A, kita B, kabupaten C, sampai ke desa-desa ada foto Saya. Bukan foto Saya sendirian, ada di sebelahnya bareng capres, menurut saya enggak apa-apa boleh-boleh saja," tutur Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan posisi menjadi seorang Presiden itu tidak semudah seperti yang dipikirkan publik. "Dengan kehadiran medsos, apapun bisa disampaikan kepada Presiden. Dari aspirasi masyarakat kecil, ada yang mengatakan saya bodoh, plonga-plongo, tolol, saya tidak apa-apa. Yang membuat saya sedih, budaya santun, Budi pekerti luhur bangsa ini mulai hilang," kata Jokowi.
Kebebasan dan demokrasi disebut Presiden Jokowi digunakan untuk melakukan fitnah. Polusi di wilayah budaya ini kata Jokowi amat sangat melukai budi pekerti bangsa Indonesia.
"Memang tidak semua seperti itu. Mayoritas masyarakat luas kecewa dengan maki-maki, kita harus bersatu menjaga mentalitas dan moralitas masyarakat sehingga dapat membuat Indonesia maju menuju Indonesia emas," pungkas Jokowi. [Carlos Roy Fajarta]
(cip)
Lihat Juga :