Deretan Danjen Kopassus yang Pernah Jabat Pangkostrad, Nomor 1 dan 5 Jadi Jenderal Bintang Empat

Sabtu, 12 Agustus 2023 - 04:54 WIB
loading...
A A A
Mulai dari Aspers Danjen Kopassandha pada tahun 1985. Di tahun yang sama, Tarub mendapat promosi menjadi Dangrup 3 Kopassandha.

Dari Korps Baret Merah, Tarub kemudian dimutasi menjadi Danbrigif Linud 3/Tri Budi Maha Sakti (1986-1987), Danrem 171/Praja Vira Tama (1987-1988), dan Danrem 172/Praja Wira Yakthi (1988-1989).

Pada tahun 1989, Kuntara kembali ditarik ke Kopassus dengan mengemban amanat sebagai Wadanjen Kopassus hingga tahun 1992. Kuntara lalu mendapat promosi menjadi Danjen Kopassus (1992-1993).

Kuntara juga pernah menjabat sebagai Pangdam VIII/Trikora pada periode 1993-1994. Karier militernya semakin mentereng ketika ditunjuk menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dengan jabatan 1994 hingga 1995.

Setahun memimpin Kostrad, Kuntara dimutasi menjadi Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Kasum ABRI) dari tahun 1996 hingga 1998. Pensiun dari militer, Tarub menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia dan Ketua Komisi Pertahanan dan Keamanan. Dia juga berkecimpung di dunia bisnis dengan menjadi Komisaris di sejumlah perusahaan.

Semasa menjadi prajurit Kopassus, Tarub pernah terlibat dalam berbagai operasi militer, seperti Operasi Woyla untuk menyelamatkan para sandera dalam pesawat Garuda Indonesia yang dirampok di Bangkok, Thailand tahun 1981.

4. Letjen TNI Prabowo Subianto

Prabowo Subianto dipercaya menjadi Danjen Kopassus selama tiga tahun dari 1995-1998. Dia mengisi jabatan yang ditinggalkan Jenderal TNI Subagyo Hadi Siswoyo.

Karier militer pria dengan nama lengkap Prabowo Subianto Djojohadikusumo ini dimulai tahun 1970 dengan mendaftar di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Dia lulus tahun 1974, satu tahun setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lulus.

Pria kelahiran Jakarta pada 17 Oktober 1951 ini mengawali karier militernya dengan menjabat sebagai Komandan Peleton Grup I Para Komando Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur tahun 1976. Saat itu dia berumur 26 tahun dan merupakan komandan termuda dalam operasi Tim Nanggala.

Tahun 1983, anak pasangan Ekonom Indonesia Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar ini dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Setelah menyelesaikan pelatihan Special Forces Officer Course di Fort Benning, Amerika Serikat, Prabowo diberi tanggung jawab sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara.

Pada 1995, dia sudah mencapai jabatan puncak di Korps Baret Merah dengan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Salah satu pencapaian Prabowo adalah penyelamatan Mapenduma 1996, saat menjadi memimpin Kopassus dalam Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma. Saat itu, 12 peneliti disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspedisi Lorentz '95 yang disekap oleh OPM. Lima orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan tujuh sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda, dan Jerman.

Kemudian Prabowo dipromosikan menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad) dengan pangkat Letnan Jenderal pada 1998. Namun baru dua bulan menjabat, ia diberhentikan pada Mei 1998 oleh Presiden BJ Habibie.

Setelah pensiun dari militer, menantu Presiden Soeharto ini aktif di politik dengan menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Saat ini, Prabowo juga menduduki jabatan Menteri Pertahanan (Menhan) di Pemerintahan Jokowi.

5. Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo

Pramono Edhie Wibowo menjabat sebagai Danjen Kopassus Pangdam Siliwangi pada periode 2008-2009. Dia ditunjuk menggantikan posisi yang ditunggal Mayor Jenderal TNI Soenarko.

Pria kelahiran Magelang 5 Mei 1955 ini merupakan anak dari sosok tokoh militer ternama di Indonesia Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Dia juga merupakan ipar dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pramono Edhie merupakan adik dari Ani Yudhoyono.

Sebagai seorang anak dari jenderal, Pramono Edhie akhirnya memutuskan untuk mengikuti jejak sang ayah sebagai prajurit TNI. Dengan latar belakang keluarga militer, membuat perjalanan karier Pramono Edhie kian bersinar.

Setelah lulus Akademi Militer pada 1978, dia ditunjuk sebagai Komandan Pleton Grup I Kopassandha. Kemudian setelah menyelesaikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Pramono Edhie semakin sering menjabat di posisi strategis seperti Perwira Intel Operasi grup I Kopassus, hingga Wakil Komandan Grup 1/Kopassus pada tahun 1996.

Setelah Reformasi, Pramono Edhie terpilih menjadi Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001. Di tahun yang sama juga dia menempuh Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI).

Pada tahun 2005, karier Pramono terus meningkat. Dimana kala itu dia ditunjuk menjadi Wakil Danjen Kopassus. Dua tahun berselang jabatan Danjen Kopassus diembannya.

Karier militernya berlanjut ketika ditunjuk menjadi Pangdam III/Siliwangi (2009–2010). Bintang di pundaknya bertambah menjadi tiga saat menjabat sebagai Panglima Kostrad (2010–2011) menggantikan Letjen TNI Burhanudin Amin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Berita Terkini
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved